Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2019

Novel Orang Orang Biasa karya Andrea Hirata

Dari halaman 30 hingga 90 novel ini akan terasa membosankan. Tetapi setelah peristiwa perampokan bank, maka tampaklah kelas Andrea Hirata sebagai novelis papan atas.

Sabtu, 25 Mei 2019

Islam, Formalisasi Syariat Islam, dan Post-Islamisme di Aceh: Pengantar Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad

KBA (Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad) dalam kata pengantar buku ini mengatakan bahwa peningkatan kualitas bacaan menjadi salahsatu faktor penenti meningkatkan kualitas tulisan. Karya tulis ilmiah tidak boleh hanya sekedar mereproduksi karya-karya yang telah ada, tetapi juga harus mampu menawarkan gagasan baru yang orisinil. Prasyarat untuk itu ada dua, pertama memahami, kedua menulis. Memahami maksudnya kitabharus mampu menguasai pera keilmuan yang menjadi fokus tulisan. Menulis adalah syarat yang tidak sulit setelah memahami, tetapi menjadi sesuatu yang konyol ketika diabaikan. Banyak orang punya pemahaman yang baik dan gagasan yang orisinil, tetapi enggan menilisnya, dengan berbagai alasan, terutama menunda-nunda, hingga akhirnya pemikirannya tidak pernah tersampaikan.

Sabtu, 11 Mei 2019

End Game: Posibilitas Perjalanan Waktu



Apakah waktu itu ril di ruang eksternal, atau hanya konstruksi mental?

Menjawab pertanyaan ini penting karena kalau waktu hanya konstruksi mental, mustahil melakukan perjalanan waktu karena yang melakukan perjalanan adalah jasad yang ada di ruang eksternal.

Senin, 06 Mei 2019

Beda Profesor IAIN dengan Santri Dayah


Seorang guru besar di IAIN diakui memiliki penguasaan terhadap kitab-kitab yang dipelajari santri dayah. Bahkan sang profesor menghafal narasi dan halaman dari satu kitab kuning. Tetapi bila dia tidak mengikuti sistematika pendidikan di dayah, maka tetap saja dia belum menempuh sebuah sistem pendidikan Islam ideal. Karena bila keahliannya hanya menguasai teks, konsep dalam sebuah literatur, maka para orientalis dapat melalukannya dengan lebih baik.
Sebab itulah, setiap dilakukan debat antara santri dayah dengan Muslim modernis, orang dayah sering kalah. Karena mereka diajarkan ilmu bukan semata untuk pengetahuan, konsepsi dan hafal referensi untuk sitasi, tetapi mereka belajar untuk amal, untuk kedirian, untuk memenuhi kebutuhan jiwa, bukan menumpuk konsep-konsep dan teori-teori. 

Hamzah Syahri Nuwi

Abon Aziz Samalanga lahir dan besar di Jeunieb. Tapi dikenakan lakap Samalanga di belakang namanya karena beliau memimpin dayah di Samalanga. Pemimpin dayah di Bayu adalah asli Bayu disebut Teungku Meulaboh karena menuntut ilmu di Meulaboh. Lakap nama daerah di belakang nama tidak sering diniabahkan pada daerah kelahiran. Hamzah di Kutaraja dikenal dengan Hamzah Fansuri bukan karena lahir di Fansur, tetpi karena dia mendirikan dan memimpin dayah di Fansur.

Hamzah Fansuri lahir dan besar di Geudong Pasai. Dia juga menuntut ilmu di Dayah Blang Peuria yang didirikan kakeknya. Setelah lulus dari Dayah Blang Peuria dia ke Hijaz, Baghdad dan Persia. Lalunpulang mendirikan dayah di Fansur.

Hamzah mengatakan dirinya lahir di Tanah Syahri Nuwi. Al-Attas mengatakan Syahri Nuwi itu di Thailand. Padahal Tanah Syahri Nuwi itu adalah wilayah kesultanan Samudra (Aceh Timur) dan Pasai (Aceh Utara). Awalnya Tanah Syahri Nuwi adalah Samudra. Setelah Samudra mengakuisisi Pasai, Tanah Syahri Nuwi adalah Samudra-Pasai. Ibukotanya adalah Geudong Pasai.

Disebut tanah Syahri Nuwo adalah karena  Syahri Nuwi, puta Syahriar Syah Salman dari Jeumpa pindah ke Peureulak dan mendirikan Kesultanan Samudra.

Minggu, 05 Mei 2019

Avengers:End Game

Apa yang akan dilakukan Thanos setelah memusnahkan setengah populasi? Dia mengatakan, "Aku ingin bersantai dan menikmati matahari terbit dari balik gunung".

Dan dia berhasil mewujudkan mimpinya. Mimpi yang sama dengan tokoh antagonis di novel Inferno karya Dan Brown.

Tetapi bagi Thanos, ada makna lain dari matahari yang terbit dari balik gunung. Dia harus menghadapi Captain Marvel.
*
Captain Marvel
Ada dua pelajaran penting dari Captain Marvel. Pertama adalah belajar mengendalikan emosi. Kedua adalah belajar bangun bila jatuh. Pelajaran kedua dapat dilakukan bila telah memahami pelajaran pertama. Seseorang tidak akan bisa bangun bila tidak mampu menguasasi emosinya. Untuk bangun, seseorang tidak boleh dikuasai emosi.

Kehadiran Captain Marvel dalam End Game memang sangat penting. Bukan hanya kekuatannya yang dahsyat, tetapi yang tidak kalah penting,-- mengingat anggota Marvel belum pernah kalah sebelumnya-,  memberikan pelajaran tentang cara untuk bangun ketika sedang jatuh.
*
Para penonton khusyuk menanti penayangan film, yang saya kira akan menggeser posisi Avatar dan Titanic itu. Penonton lebih khidmat daripada pengajian. Dan bioskop akan mengantikan pengajian di masa depan. Untuk itu, tidak ada yang bisa kita lakukan selain berharap film dan media hiburan lainnya memasukkan konten edukatif yang sarat. Kenapa? Karena merekalah yang diapresiasi di masa depan, bukan pengajian. Pengajian kita akan punah, apalagi ketika pemerintah campur tangan dan orang lebih suka ustad populis dan pengajian singkat seperti majelis taklim dan liqo' dari organisasi modernis-fundamentalis.

Saya optimis paradigma global mengarah pada nilai positif. Ketika orang Indonesia baru mulai belajar membudayakan istri simpanan, perempuan simpanan, kumpul kebo, seks bebas, pipism sembarang tempat, orang Barat sudah mulai membangun jehidupan ideal, menikah dengan satu istri, membesarkan anak dan melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana. Singkatnya, ketika Barat mulai membangun kehidupan dengan cinta, kita baru belajar meninggalkan cinta menuju syahwat.

Sepintar apapun Barat membuat film, tanpa cinta, mereka kehilangan pasar. Lihatlah betapa buruknya film Robocop, tetapi dengan latar kondisi polisi yangbkehilangan segalanya,  karena dia masih punya keluarga kecil, anak perempuan yang mungil, maka sutradara berhasil membangun emosi penonton.

Film-film Barat membangun emosi dengan cinta, dan itu digambarkan oleh orang yang punya sebuah keluarga kecil, bukan hubungan pranikah dengan lawan jenis. Sepertinya masyarakat paham bahwa keluarga adalah cinta dan hubungan pranikah adalah ketidak-teraturan dan syahwat.

Beberapa menit sebelum masuk bioskop saya dan seorang teman bercerita tentang kehidupan ibukota. Bercerita tentang betapa bangsatnya laki-laki dan betapa mulianya hati perempuan. Sebenarnya teman saya tidak begitu sukan nonton film, apalagi mengikuti serial Marvel.

"Ayo bergerak, End Game akan segera dimulai", saya bilang.
"Hah? Game? Katanya kita mau nonton film?", teman saya kaget.
Di dalam studia dia hanya tertawa melihat semua adegan, jangankan kondisi Doktor Huk makan di restoran, adegan pemakaman Tony Stark saja dia tertawa meski belum melihat Hulk pakai jas.

Suasana duka oemakaman Stark yang membuat penonton sangat terharu dan meneteskan air mata lalu tampak Doktor Hulk pakai jas, itu benar-benar mempermaikan dua emosi penonton. Saat sedang larut emosi haru, tiba-tiba dihadapkan dengan penampakan konyol Hulk. Itu seperti cara Andrea Hirata di Maryamah Karpoov.
*
Iron Man
Kenapa harus Iron Man yang mati? Karena dia adalah manusia seutuhnya. Iron Man bukan mutan, bukan hasil rekayasa ilmiah seperti Captain America dan Hulk, bukan hasil kecelakaan seperti Spiderman, bukan pula makhluk luar angkasa seperti Thor.

"Kematian, keberanian, kesedihan, dan cinta tak henti-hentinya ditulis," kata Goenawan Mohamad. Kenapa demikian, karena itu adalah jati diri, kompleksitas manusia.

Stark adalah representasi manusia sejati dalam Avengers. Dia punya keberanian yang kuat sejak awal berada di Timur-Tengah. Di tengah kerumuman Arab yang sangar, si asing kulit putih itu tidak patah semangat. Lalu dia bertransformasi dari playboy pengikut syahwat menuju cinta. Selanjutnya menuai kesedihan dengan berpisah dengan putrinya yang imut. Keberanian, cinta dan kesedihan sudah dilalui.

Untuk menjadi sempurna, seorang manusia, Stark, harus mengalami kematian.

Karena itu End Game sebenarnya adalah film tentang Stark, tentang manusia: tentang tentang keberanian, tentang kesedihan, tentang cinta dan kematian. Mengenai keberanian Stark, Thanos sendiri benar-benar mengakuinya di Infility War.

Kita lihat Thanos begitu mudah mengelabui Captain Marvel saat bertarung. Tetapi tidak Stark. Stark seorang manusia. Jiwa dan pengetahuan manusia terus tumbuh. Tidak jatuh ke lubang yang sama. Potensi manusia tidak terbatas.
*
Dari Indonesia

Di antara yang menarik dari kirah menarik itu adalah, Thanos yang mewujudkan mimpinya untuk tinggal di rumah sederhana, di kebun yang indah, di kaki gunung, menanti mentari pagi yang terbit di antara dua bukit. Ini adalah mimpi paling sederhana manusia, yang tentunya, semua anak Indonesia yang paling bodoh menggambar juga dapat menggambarkan itu. Bayangkan, sekolah di Indonesia dianggap termasuk yang paling buruk di dunia. Tetapi anak paling bodoh, di negara yang kualitas sekolahnya buruk,  imajinasinya adalah matahari di antara dua bukit, sungai, sekolah, sawah, dan ternyata imajinasi itu yang dibangun oleh film negara adidaya.

Kenapa? Karena yang paing bodoh dalam kriteria sekolah adalah yang primordial bagi manusia.

Stark juga kita tahu kaya. Tetapi lihatlah dia tinggal di mana dan bagaimana rumahnya bersama keluarga. Di semak-semak rindang pinggir sungai. Sungai dan kebun adalah mimpi alami. Primordial. Dan apa pekerjaan yang paling berbahagia?

Mencuci piring. Apa yang diinginkan Paul Feyerabend setelah mendapatkan segalanya? Mencuci piring. Dengan mencuci piring kita dapat melakukan rileksasi, instrospeksi dan desidesasi. Perfeksi aktualisasi diri terpresensi saat mencuci piring. Sebab itulah pria sejati berada di pos cuci piring setiap ada kenduri.

Kita, Indonesia, memang sangat tampak terhina. Karena memang harus begitu. Kalau tidak, bangsa-bangsa lain di dunia tidak akan ada harganya, hanya menjadi debu menempel di bawah di bawah terompah kita. Indonesia punya segalanya.

Punya berbagai jenis legenda, cerita, serat, babat, dongeng, kisah yang menunjukkan kekayaan sastra kita. Salah satu di antaranya Gatot Kaca yang perwujudan tokohnya dicuri kepada Captain Amerika. Simbol Gatot Kaca dilekatkan pada Captain Marvel.

Yang membuat film hebat jangan kita. Karena kalau semua dari kita, bangsa lainnya dilahirkan untuk apa? Kita sudah memproduksi hasil tambang yangbkaya, kebun yang luas. Makanya Habibie tidak boleh produksi pesawat. Karena kalau kita semua, bangsa lain dapat jatah apa?

Senin, 29 April 2019

Islam dan Rasa Islam, Ulama dan Rasa Ulama

Seharusnya kita tidak perlu panik dengan pernyataan Mahfud. Seharusnya kita buka buku sejarah.

Di Aceh ada PUSA yang setelah belajar melakukan pembantaian lalu mencuri harta benda mereka, lalu menggerakkan pemberontakan DI/TII akibat ngambek. Abu Hasan Krung Kalee dari kelompok tradisional, sudah mengingatkan jangan gabung Indonesia, tapi Beureueh tidak mau, dia penasaran bagaimana rasanya memperoleh kekuasaan. Kalau tidak gabung Indonesia, yang berkuasa tetap uleebalang. Setelah gabung Indonesia, rupanya harus ngambek karena ga dikasih ini dan itu.

Selasa, 16 April 2019

Belanda Pelit: Seminar Manuskrip Arab Pra Islam

Ibu saya pernah bilang, Inggris kalau menjajah mengajari bangsa jajahannya. Kalau Belanda tidak. Mereka berusaha jajahan menjadi bodoh. Pernyataan ibu saya, setidaknya untuk satu kasus, terbukti tadi sore.

Ada seminar tentang manuskrip Arab pra Oslam. Penanya terakhir menanyakan langkah metodologi penelitian philologi. Saya sudah curiga itu pertanyaan tentang dapur, takkan di jawab. Dan benar, Belanda itu malah ngalur ngidul. Padahal tinggal sebut langkahnya satu persatu secara padat dan singkat.

Minggu, 24 Maret 2019

Islam, Formalisasi Syariat Islam dan Post Islamisme Di Aceh: Sir Azyumardi Azra



Kenapa sangat banyak pemikir dan peneliti menghasilkan penelitian yang galat tentang dinamika social dan kontestasi pemikiran di Aceh? Karena mereka mengalami kesalahpahaman dalam menemukan atau menyusun peta tentang sosiologi dan pemikiran di Aceh. Akibatnya, pemikiran mereka menjadi sama sekali tidak sesuai dengan realitas Aceh.

Rabu, 13 Maret 2019

Islam, Formalisasi Syariat Islam dan Post-Islamisme di Aceh: Masa Depan Dayah

Salah satu bagian yang menjadi sangat penting dalam buku ini adalah bagaimana Mukhlisuddin  Ilyas dengan sangat cerdas membaca peta politik di Aceh di mana kemenangan sebenarnya dalam kontestasi antar identitas di Aceh adalah berada di tangan dayah. Setelah mantan GAM merosot dalam perpolitikan di Aceh, maka estafet kepemimpinan politik, yang tentunya menentukan berbagai aspek sosial lainnya seperti agama pendidikan dan sebagainya bagi masyarakat Aceh berada di tangan dayah.

Selasa, 12 Maret 2019

Islam, Formalisasi Syariat Islam dan Post-Islamisme di Aceh: Cinta dan Perang, Sama Rumitnya


Kata Muhammad Alkaf, segala sesuatu tentang Aceh dimulai sejak 2005. Aceh sebelumnya adalah Aceh yang penuh dengan konfik, ketegangan, peperangan, sakit hati, euforia dan kabur. Membahas tentang konfik adalah membahas tentang sesuatu yang tidak pernah bisa memberikan penjelasan yang terang. Karena konflik adalah sebuah konsep yang rumit. Ketegangan adalah sebuah situasi yang sulit untuk didefinisikan. Mungkin sebab itulah tidak banyak literatur yang tersedia untuk menggambarkan Aceh dalam masa tegang. 

Sabtu, 16 Februari 2019

Asal Usul Kota Langsa

Kota Langsa asal katanya adalah dari sejarah kelahiran negeri itu. Alkisah, ketika sekelompok orang membuka pemukiman di kawasan Gampong Teungoh, dekat titi kembar sekarang, ada elang besar yang terus terbang mengelilingi orang2 dengan bersuara nyaring seolah ingin menyampaikan sesuatu. Maka pemukiman itu diberi nama Elang Besar yang perlan berubah menjadi Langsar.

Jumat, 01 Februari 2019

Wahdat Al-Wujud: Konsep Kesatuan Wujud Antara Hamba dan Tuhan Menurut Hamzah Fansuri

Buku "Wahdat Al-Wujud: Konsep Kesatuan Wujud Antara Hamba dan Tuhan Menurut Hamzah Fansuri" bermula dari sebuah artikel tugas tulisan dalam matakuliah “Concept of God in Islamic Philosophy” yang diampu oleh Dr. Haidar Bagir. Lalu penulis kembangkan menjadi proposal tugas yang diberikan oleh Dr. Akhyar Yusuf Lubis, pakar epistemologi dan metodologi dari Universitas Indonesia, ketika beliau mengampu mata kuliah Methodology of Research. Proposal tersebut terus diperbaiki di bawah arahan Dr. Akhyar, hingga masuk ke Lembaga Manajemen Tesis Islamic Collage for Advanced Study-Universitas Paramadina. Di bawah supervisi Dr. Muhsin Labib, proposal tersebut disahkan menjadi proposal tesis. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Abdul Hadi, WM, tesis tersebut disidangkan oleh Dr. Haidar Bagir, Dr. Abdelaziz Abbaci dan Dr. Khalid Al-Walid. Setelah sidang, perbaikan demi demi perbaikan dilakukan di bawah arahan para penyidang Selanjutnya tesis tersebut terus dikembangkan hingga menjadi sebuah buku.

Selasa, 29 Januari 2019

Kenapa Banyak Uleebalang Menjadi Wahabi?

Kenapa banyak uleebalang menjadi wahabi? Karena orientasi kehidupan mereka adalah dunia praksis yang menyibukkan seperti ekonomi dan politik. Mereka punya mobilitas tinggi. Tetapi tetap tetap percaya akhirat. Sehingga mereka butuh pengajarn agama yang instan, praktis dan cepat saji.

Di masa kolonial, anak anak ulee balang disekolagkan di sekolah Belanda supaya kemiliki bekal bekal kebutuhan dunia. Tetapi mereka tetap percaya Tuhan. Makanya organisasi yang mampu memenuhi kebutuhan agama secara instan seperti Muhammadiyah diminati. Anak uleebalang tidak dikirim ke dayah. Di dayah tidak bisa memiliki bekal belajar administrasi, ekonomi dan politik sebagaimana kebutuhan uleebalang.

Senin, 07 Januari 2019

Menag Lantik Rektor UIN Jakarta, IAIN Cirebon, dan Ketua STAIN Meulaboh Aceh


 Jakarta (Kemenag) ---  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik tiga pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Senin (07/01). Pelantikan dilaksanakan di Operation Room Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3 – 4, Jakarta.

Minggu, 06 Januari 2019

WAHDAH AL-WUJUD ; Konsep Kesatuan Wujud Antara Hamba dan Tuhan Menurut Hamzah Fansuri

WAHDAH AL-WUJUD ; Konsep Kesatuan Wujud Antara Hamba dan Tuhan Menurut Hamzah Fansuri
Penulis : Miswari
Penerbit : Basabasi, Yogyakarta
Cetakan 2018
284 hlm. 14 x 20 cm
Kondisi buku bagus ori bersegel
Rp. 65.000
wa 085260649068

Sinopsis :
Hamzah Fansuri adalah Mufti Kerajaan Aceh Darussalam, pencipta syair, orang pertama yang menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmiah, dan ulama sufi yang melahirkan murid-murid tenar semacam Nuruddin ar-Raniri, Abdur Raufas-Sinkli, Syekh Yusufal-Makassari, dan Syamsuddin Pasai.

Buku yang pada mulanya tesis di Pascasarjana Filsafat Islam Universitas Paramadina ini dengan berani menyatakan: pokok pikiran utama Hamzah Fansuri, dalam syair maupun prosa, ialah Wahdah al-Wujud. Lebih jauh lagi, buku ini menemukan kenyataan bahwa konsep Ibnu Arabi yang beraroma ketimurtengahan itu oleh Hamzah Fansuri dinusantarakan secara simbolik.

Senin, 17 Desember 2018

ISLAM AGAMA DAN ISLAM SIMBOL


Kitab kuning yang dipelajari anak dayah atau pesantren tradisional itu seperti ini: Tidak akan dipahami jika tidak berinteraksi langsung. Kitab-kitab itu hanya menjadi simbol yang menuntut penjelasan yang sudah dijelaskan secara langsung oleh orang yang telah dijelaskan secara langsung, demikian seterusnya hingga penulisnya. Ini tentu berbeda dengan orang yang langsung mengambil kitabnya, membaca sendiri lalu membentuk makna yang jadinya tidak sesuai dengan maksud penulisnya. Tentunya tetap ada reduksi hermeunetis dalam proses penjelasan langsung saat kitab itu disyarah. Tetapi tidak seberapa dibandingkan orang yang mengambil dan membacanya tanpa mendengarkan penjelasan secara langsung.

Kamis, 13 Desember 2018

Membangun Kesadaran Lingkungan

Foto: ACT Bireuen
Sebenarnya yang lebih sesuai untuk kondisi tanah dan alam indonesia bukan ngebut infrastruktur tapi menjaga stabilitas alam. Karena bila tidak, infrastruktur yang dibangun hanya untuk rusak dalam proses penyesuaian diri alam. Untuk itu, penyesuaian dengan alam lebih utama daripada infrastruktur.

Dari mana kita ambil material untuk membangun infrastrukr-infrastruktur itu? Dari alam, kita mengeruk bukit dan kaki gunung, kita menambang pasir. Alam menjadi tidak stabil. Saat hujan datang, terjadi banjir bandang.

Kita menggunduli hutan untuk tanam sawit. Padahal saat banjir jangankan minyak goreng dan sabun colek, rumah kitapun ikut diseret banjir.

Senin, 10 Desember 2018

Jayalah Negara Abadi Sepanjang Masa

Jayalah negara. Abadi sepanjang masa. Tidak ada yang lebih mulia daripada cinta negara.

Untuk apa sebuah negara didirikan? Alasan apa Indonesia diproklamasikan?
Bagaimana ratusan kesultanan dileburkan di bawah satu bendera? Mungkin niatnya amat tulus, setulus hati para bendiri bangsa. Mereka siap menerima segala seriko terburuk dengan memproklamasikan Indonesia. Para pendiri bangsa mempertaruhkan nyawa demi independensi maayarakat Indonesia. Dan kita menjadi negara yang berdaulat. Tetapi itu tidak lama.

Senin, 03 Desember 2018

Tarjuman Al-Mustafid Karya Syaikh Abbdurrauf As-Singkili

Peter G Riddle ("Tafsir Klasik di Indonesia, Studi tentang Arjum Al-Mustafid Karya 'Abd al-Rauf al-Sinkili", dalam kusmana dan Syamsuri, ed, Pengantar Kajian Al-Quran: Tema Pokok, Sejarah dan Wacana Kajian, Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru, 2004, h. 203) mengatakan munculnya pendapat umum bahwa Tarjum Al-Mustafid adalah terjemahan dari tafsir Anwar  al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil karya Al-Baidawy karena ulan Snouck Hurgronje yang yang menyaring inti isi halaman-halaman karya As-Singkili, melihat rujukan tafsir Al-Baidawy secara sekilas, kemudian menyimpulkan bahwa Tarjum adalah terjemahan tafsir Al-Baidwy.