Jumat, 17 Mei 2019

STATISTIK DESKRIPTIF: Sebuah Model Penyajian data


Stistik deskriptif adalah mendeskripsikan atau menggambarkan data tanpa mengembangkan atau. melakukan konstruksi terhadapnya. Dalam hal ini, tidak ada perubahan sekecil appun terhadap data. Jenis penelitian ini biasanya adalah penelitian eksplorsi. Peneliti tidak bermaksud melakukan penyimpulan, penyederhanaan ataupun manipulasi terhadap data. Peneliti hanya menyajikan data, menggambarkan atau mendeskripsikan sebagaimana adanya.

Selasa, 14 Mei 2019

Veronika Memutuskan Mati

Veronika memutuskan untuk mati. Perempuan memilih cara yang romantis untuk mati, misalnya menyayat pergelangan dengan pisau silet imut dan meminum obat tidur merk terkenal hingga overdosis.

Kenapa bunuh diri itu dibenci? Karena dia memutuskan berjuang untuk mati ditengah orang mati-matian berjuang untuk hidup. Saya pikir tindakan membenci orang bunuh diri karena kita cemburu pada dia.

Sabtu, 11 Mei 2019

End Game: Posibilitas Perjalanan Waktu



Apakah waktu itu ril di ruang eksternal, atau hanya konstruksi mental?

Menjawab pertanyaan ini penting karena kalau waktu hanya konstruksi mental, mustahil melakukan perjalanan waktu karena yang melakukan perjalanan adalah jasad yang ada di ruang eksternal.

Kamis, 09 Mei 2019

Pemaknaan Pertama: Pembukaan dan Penegasan

Inti Surat Alfatihah adalah harapan, atau permohonan, "Bimbinglah kami ke jalan yang lurus". Lima ayat sebelumnya adalah sapaan dan pujian supaya harapan dikabulkan. Ayat terakhir adalah keterangan bagi inti. Siapa saja yang memuji manusia dengan membawa harapan, maka dia melakukan kesyirikan. Tidak ada pujian dan pengagungan kecuali kepada Allah.

Bimbingan ke jalan yang lurus terdapat dalam Alquran. Prinsip dasar bimbingan tentunya mempercayai Alquran. Lalu percaya kiamat itu nyata, shalat tidak bolong, suka bersedekah,  percaya pada Nabi Muhammad. Kalau petunjuk bimbingan tidak dipercayai, bagaimana bisa terbimbing.

Senin, 06 Mei 2019

Beda Profesor IAIN dengan Santri Dayah


Seorang guru besar di IAIN diakui memiliki penguasaan terhadap kitab-kitab yang dipelajari santri dayah. Bahkan sang profesor menghafal narasi dan halaman dari satu kitab kuning. Tetapi bila dia tidak mengikuti sistematika pendidikan di dayah, maka tetap saja dia belum menempuh sebuah sistem pendidikan Islam ideal. Karena bila keahliannya hanya menguasai teks, konsep dalam sebuah literatur, maka para orientalis dapat melalukannya dengan lebih baik.
Sebab itulah, setiap dilakukan debat antara santri dayah dengan Muslim modernis, orang dayah sering kalah. Karena mereka diajarkan ilmu bukan semata untuk pengetahuan, konsepsi dan hafal referensi untuk sitasi, tetapi mereka belajar untuk amal, untuk kedirian, untuk memenuhi kebutuhan jiwa, bukan menumpuk konsep-konsep dan teori-teori.