Selasa, 20 November 2018

Resiko Tak Punya Orang Dalam

Kezaliman Jokowi adalah menghapuskan proses rekrutmen tenaga profesional termasuk proses penerimaan CPNS tanpa dapat melibatkan orang dalam. Walhasil, sekalipun bapaknya mentri, gubernur, bupati, walikota, camat, tidak dapat berbuat apa-apa dalam proses CPNSnisasi anaknya.


 Yang paling bisa dilakukan adalah membeli satu gudang buku GUDANG SOAL DAN SIMULASI CPNS 2099 DIJAMIN LULUS dan meminta anaknya melumat itu semua. Akibatnya? Ya tidak lulus. Karena yang gampang lulus itu anaknya petani, pedagang sayur, tukang ketoprak, tukang kolor keliling. Karena anak-anak mereka sudah terbiasa mengandalkan diri sendiri.

Apa efeknya? Inilah yang saya sebut kezaliman Jokowi. Orang yang lulus CPNS tidak punya paman, tante, bude, bokap, nyokap di lingkungan PNS. Sehingga dia harus mendapatkan diskriminasi seperti sulitnya proses administrasi, jadi kuli pikul, tukang seduh air di lingkungan kerjanya. Bahkan dia mudah didiskriminasi oleh tenaga honorer. 

Karena yang honorer itu adalah anak, keponakan, adik dan sepupunya PNS senior yang sudah punya jabatan tinggi. Segala fasilitas seperti SPPD, tunjangan ini, tunjangan itu, komisi ini, komisi itu, proyek ini, proyek itu, semuanya disajikan kepada honorer karena mereka adalah anak, keponakan,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar