Awalnya saya kira Zohri akan dipotong kakinya. Karena Indonesia tidak boleh ikut kompetisi kelas satu dunia. Rio Haryanto misalnya, sudah mampu tembus F1 tapi tidak ada apresiasi sama sekali. Kita lebih suka membuat bendera merah putih sebesar danau daripada bendera ini berkompetisi dengan bendera-bendera negara maju seperti Amerika, Jepang, Jerman, Prancis, Rusia, dsb.
Zohra tidak boleh lagi ikut kompetisi-kompetisi dunia begituan.
Itu kecolongan. Seharusnya Indonesia tidak perlu bersaing dan bersanding dengan negara-negara besar. Awalnya saya kira kaki Zohra akan dipotong supaya dia tidak berani-berani lagi membawa nama Indonesia di kompetisi internasional bergengsi.
Tetapi ternyata ada ide yang lebih soft daripada yang saya bayangkan. Tawarkan dia masuk tentara. Bila perlu tanpa tes supaya doi lebih tertarik. Dengan begitu dia akan sibuk dengan tugas militer dan melupakan dunia atletik.
Tentara memang boleh menjadi atlit. Tetapi dengan masuk ke dalam sistem negara, seseorang menjadi terikat dengan prosedur, sistem, administrasi dan perintah atasan. Dengan begitu, fokus menjadi atlit tidak akan terlaksana secara optimal.
TNI tidak salah ketika menawarkan Zohri menjadi tentara. Itu bentuk apresiasi. Mungkin saja Menpan juga akan menawarkan dia menjadi PNS. Semua berhak mengapresiasi sesuai kemampuan. Tapi menurut saya lebih baik dia bergabung dengan RedBull atau perusahaan lainnya yang dapat mengapresiasi dia untuk fokus menjadi atlit. Lagi pula, berharap apresiasi dari negara sesuai bakat akan sulit. Akan berujung kecewa seperti Rio Haryanto.
Zohra tidak boleh lagi ikut kompetisi-kompetisi dunia begituan.
Itu kecolongan. Seharusnya Indonesia tidak perlu bersaing dan bersanding dengan negara-negara besar. Awalnya saya kira kaki Zohra akan dipotong supaya dia tidak berani-berani lagi membawa nama Indonesia di kompetisi internasional bergengsi.
Tetapi ternyata ada ide yang lebih soft daripada yang saya bayangkan. Tawarkan dia masuk tentara. Bila perlu tanpa tes supaya doi lebih tertarik. Dengan begitu dia akan sibuk dengan tugas militer dan melupakan dunia atletik.
Tentara memang boleh menjadi atlit. Tetapi dengan masuk ke dalam sistem negara, seseorang menjadi terikat dengan prosedur, sistem, administrasi dan perintah atasan. Dengan begitu, fokus menjadi atlit tidak akan terlaksana secara optimal.
TNI tidak salah ketika menawarkan Zohri menjadi tentara. Itu bentuk apresiasi. Mungkin saja Menpan juga akan menawarkan dia menjadi PNS. Semua berhak mengapresiasi sesuai kemampuan. Tapi menurut saya lebih baik dia bergabung dengan RedBull atau perusahaan lainnya yang dapat mengapresiasi dia untuk fokus menjadi atlit. Lagi pula, berharap apresiasi dari negara sesuai bakat akan sulit. Akan berujung kecewa seperti Rio Haryanto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar