Selasa, 17 Juli 2018

Agama Sebagai Alat Menghancurkan Manusia

Tentara Israel jahat, kan? Jangan membenci agama Yahudi karena mereka. Agama Yahudi ditunggang, dijadikan alat untuk memusuhi Islam oleh Elit Global yang jumlahnya hanya belasan orang namun merekalah yang menguasai Dunia. Mereka mendirikan Bank Dunia, Perserikan Bangsa-Bangsa untuk menghegemoni umat manusia di seluruh dunia.

Bagaimana cara menguasai umat manusia?
Umumnya umat manusia itu punya kesadaran beragama.  Agama itu sangat berguna untuk mendamaikan, menyatukan dan mengharmoniskan umat manusia. Ketika Islam dan Yahudi bersatu sejak Perjanjian Makkah, umat manusia menjadi sangat maju dan berkembang. Merwka mampu menghasilkan ilmu dan peradaban yang jaya. Tidak ada yang mampu meruntuhkan kekuatan dan kejayaan ketika Yahudi dan Islam bersatu. Ketika Yuhudi, Islam dan Kristen bersatu seperti yang pernah terjadi di Andalusia, kejayaan peradaban dan keilmua menjadi tak terbendung.

Orang rakus dan jahat telah mampu merusak persatuan umat beragama Yahudi, Islam dan Kristen di Andalusia dengan menggunakan Kristen sebagai alat untuk menghancurkan umat manusia. Kristen dianggap dapat menjadi tunggangan efisen untuk merusak manusia beradab. Sehingga agama ini terus digunakan untuk merusak harmonisasi umat manusia pada Perang Salib.

Harmonisasi agama tetep berlanjut di Semenanjung Arab, Turki dan Balkan meskipun agama kerap digunakan sebagai alat merusak kedamaian manusia.

Kristen telah mampu mengangkat derajat manusia di Eropa sehingga mereka mampu melahirkan sistem politik, ekonomi dan teknologi yang canggih di Eropa. Tetapi para Penyembah Iblis berusaha memperburuk citra Kristen dengan usaha memisahkan manusia dengan agamanya melalui preudo-sains. Renesains adalah sebuah penanda jelas bagaimana manusia Eropa dicerabut dari agamanya menuju dokrin-doktrin sains sesat. Agama telah dihadap-hadapkan dengan sains, sehingga harmonisasi Eropa menjadi terganggu.

Agama Kristen telah dipojokkan, dihinakan dengan sebuah alat yang bernama sains, yang sebenarnya itu adalah peseudosains. Kristen dicampakkan begitu saja setelah mereka pakai sebagai alat mengadu domba umat manusia. Dengan menghinakan agama Kristen, sebuah paham bernama ateisme menjadi berkembang. Paham tersebut telah melahirkan alat baru untuk mengadu domba umat manusia. Ateisme telah berhasil sebagai senjata ampuh membunuh banyak manusia dengan konflik yang diciptakan.

Manusia telah diprovokasi untuk saling membunuh atas nama keyakinan. Sementara itu semuanya adalah sebuah pentas wayang yang didalangi Elit Global. Perang Dunia I dan Perang Dunia II terjadi karena adu domba. Tujuannya adalah meruntuhkan kerajaan-kerajaan di dunia. Karena bila sistem kerajaan yang berlaku, maka agenda jahat Elit Global akan sangat sulit terlaksana. Ketundukan bangsa-bangsa pada raja membuat mereka tidak peduli dengan ide dan ajaran yang menjadi proyek Elit Global.

Perang Dunia dirancang sebagai agenda menguasai umat manusia. Strategi awalnya adalah meruntuhkan kerajaan-kerajaan. Pertama-tama raja-raja ditumbangkan. Lalu ajaran kebebasan didoktrinkan. Manusia-manusia menjadi kehilangan persatuan. Dengan begitu menjadi mudah ditaklukkan. Setelah raja-raja tumbang, Bank Sentral didirikan sebagai penghegemoni kekayaan negara. Semua negara harus berhutang. Bila tidak mau penguasanya ditumbangkan dan diganti dengan penguasa baru yang bersedia menggadaikan negaranya.

Setelah negara-negara terhegemoni melalui hutang, maka agenda jahat Elit Global terlaksana dengan baik. Sehingga, gangan heran kenapa negara yang jumlah hutangnya paling banyak adalah negara-negara maju. Semakin banyak hutangnya, semakin maju sebuah negara.

Dengan hutang negara, masyarakat dipaksa bekerja untuk menutup hutang-hutang itu. Harga-harga melambung tinggi. Bayar pajak menjadi bengkak. Uang itu semuanya dipakai untuk menutup bunga di Bank Dunia. Ingat, bunganya saja. Untuk anggaran belanja negara, kita mengambilnya lagi dari hutang. Drmikian terus-menerus sehingga semua negara manjadi mustahul untuk membayar hutangnya. Negara-negara yang berada pada titi klimaks akan dihancurkan untuk dijadikan sebagai negara baru yang akan berhutang lagi. Demikian terus-menerus dilakukan.

Mekanisme penghancuran sebuah negara umumnya dilakukan melalui perang. Dulu perang dikontrol antara kerajaan dengan kerajaan lainnya. Ke depan, perang itu dilalukan dengan cara klasik yakni membentrokkan antar umat beragama. Harinini agama Yahudi telah berhasil diciptakan sebagai sebuah mesin perang untuk dihadapkan dengan Islam.

Konflik keagamaan sangat mapan untuk dijadikan alasan untuk terus menjual logam sebagai mesin perang. Negara-negara terpaksa membeli banyak senjata untuk mengamankan negara dari terorisme. Dari mana anggaran membeli senjata? Dsri anggaran negara. Dsri mana anggaran negara? Dari hutang. Jadi, hutangnya pada mereka yang menciptakan terorisme.

Oleh sebab itulah, semakin seseorang tidak bergantung kepada negara, semakin selamat dia dari "fitnah dajjal". Menyelamatkan diri adalah dengan menjauhi negara. Semakin seseorang bergantung kepada negara, semakin erat cengkraman Elit Global.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar