Kamis, 26 Juli 2018

Erdogan dan Turki


Kalau Erdogan terus dibiarkan, akan semakin banyak warga Turki mati sia-sia. Makin banyak bom meledak. Mulut dia terlalu besar untuk jabatan seorang presiden.
Terlalu lemah keahlian politik dan strategi Erdogan sebagai seorang presiden.
Ketika Rusia sedang sibuk berperang dengan ISIS di Suriah, Erdogan malah numpang keren dengan menembak pesawat tempur Rusia.
Dia sering mengeluarkan komentar tidak penting. Yang hanya membuat Turki menjadi sasaran teroris.

Dia juga terlalu bersemangat untuk dicitrakan sebagai pejuang Islam. Sikap ortodoksi ini malah semakin membuat Islam semakin dirugikan.
Turki yang berada di tengah-tengah kemajuan, tidak perlu bersikap angkuh. Ini hanya akan membuat kaum Muslim di sana semakin dizalimi.
Musuh dan pembenci Turki tertawa ria dengan kejadian di Turki.
Dikatakan, upaya militer untuk kudeta, gagal.
Usaha kudeta itu adalah bukti adanya perpecahan di militer Turki. Jendral tertinggi mengatakan tidak boleh kudeta. Lalu, sebagian militer yang melakukan upaya kudeta di bawah arahan siapa?
Kalau jawabannya adakah arahan sebagian Jendral, berarti benar militer Turrki pecah.
Padahal militer adalah esensi pertahanan negara. Bila esensinya pecah, maka ini adalah bukti negara turki sangat lemah.
Pula. Penzaliman rezim Turki kepada kaum Muslim di seluruh dunia pernah terjadi ketika kekuasaan Utsmani. Kerajaan Turki yang dipercaya sebagai pelindung kaum Muslim justru mengkhianati.
Kaum Muslim seluruh dunia termasuk Nusantara memberikan upeti kepada Kerajaan Turki. Rempah-rempah juga dijuan dengan biaya sangat murah kepada Turki. Namun Turki malah melakukan penimbunan dan menjual rempah-rempah itu dengan harga sangat mahal untuk Eropa. Padahal Eropa sangat membutuhkan rempah untuk bertahan hidup. Misalnya, mereka perlu mengawetkankan daging di musim dingin dengan lada. Turki malah menjual lada ke Eropa sangat mahal. Padahal mereka memperolehnya dari Aceh, sangat murah.
Sikap Turki membuat Eropa terpaksa mencari sendiri rempah-rempah ke negara-negara Muslim. Perdagangan berubah menjadi kolonialisme. Turki adalah penyebab penjajahan Eropa ke negara-negara Muslim selama sekitar lima ratus tahun.

Turki

Shankar sangat loyal kepada Tuan Thakur. Dia bangga disebut sebagai anjingnya Thakur. Pengabdian yang dilakukan Shankar karena mengira Thakur telah berbaik hati kepada dirinya karena mau membesarkannya setelah kedua orangtuanya meninggal. Padahal, Thakur sendirlah yang membunuh kedua orangtua Shankar.
Orang Islam yang fanatik kepada Turki di media sosial mirip dengan Shankar. Mereka mengira Turki adalah negara besar yang baik. Mengira di masa lalu Kerajaan Islam Turki pernah menjadi kerajaan yang melindungi kaum Muslim di Seluruh dunia.
Padahal waktu itu kerajaan Turki menipu dan menghianati kaum Muslim di seluruh dunia.
Mereka adalah penjual agama dalam partai besar (grosiran). Tampilan bintang dan bulan berhasil mengecoh kaum Muslim di seluruh dunia.
Kerajaan Turki membeli rempah-rempah dari negara-negara Muslim dengan harga yang sangat murah. Kaum Muslim bersedia melakukan itu dilandasi rasa persaudaraan. Namun Kerajaan Turki mengkhianatinya.
Masyarakat Eropa sangat membutuhkan rempah-rempah untuk bertahan hidup. Seperti Lada. Mereka memerlukannya untuk mengawetkan daging untuk musim dingin. Pada musim itu, orang Eropa tidak dapat keluar mencari makan. Mereka perlu mengawetkan makanan untuk bertahan hidup.
Kerajaan Turki memanfaatkan keadaan. Penimbun ulung itu menjual lada dan rempah-rempah lainnya dengan harga sangat tinggi ke Eropa.
Kezaliman kerajaan Turki kepada Eropa dan pengkhianatan mereka kepada kaum Muslim di seluruh dunia berlangsung selama ratusan tahun. Situasi seperti ini membuat Eropa gerah. Dan memaksa mereka mencari sendiri sumber rempah-rempah itu.
Setelah Eropa menemukan sendiri sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan, secara sistematis hilanglah ketergantungan mereka kepada Turki. Mereka mulai membangun sendiri hubungan dengan negara-negara penghasil rempah yang mereka butuhkan.
Awalnya hubungan yang dibangun Eropa dengan negara-negara Muslim penghasil rempah adalah perdagangan. Selanjutnya berubah menjadi kolonialisme.
Shankar lebih beruntung karena akhirnya tahu bahwa Thakurlah yang membunuh kedua orangtuanya. Sehingga dia balas dendam dengan membunuh Thakur.
Sayangnya, kaum Muslim umumnya belum tahu akan sejarah kezaliman dan pengkhianatan Turki. Mungkin karena mengenal Turki hanya melalui media sosial. Mungkin pula karena negara itu masuh memakai lambang bulan bintang. Kamuflase memang teknik yang paling efektif.

Turki dan Aceh

Orang Turki baru 1299 masuk Islam berkat penaklukan Muhammad Al-Fatih. Kita Nusantara sudah Muslim dari zaman khalifaurrasyidin (Nasution & Miswari, 2017). Fanatisme kepada Turki seperti orang Islam buru-buru ke lapangan untuk mendengar ceramah muaallaf yang baru masuk Islam kemarin sore. Kita lahir di azan, si muallaf belum tentu sudah potong kulup.
Penyakit ini sama dengan yang diyakini beberapa orang Aceh. Kata mereka kerajaan Islam Turki adalah bapak bagi kerajaan Islam di Aceh. Inilah kegalatan berpikir. Kerajaan Islam Jeumpa sudah mencapai puncak kejayaan pada 777 (Hasjmy, 1978). Orang Turki baru masuk Islam 1299. Dan mendirikwan kerajaan Islam baru pada 1453. Kok anak lebih tua daripada bapak.
Suatu hari di kampung saya, dengan sanga antrusias orang-orang berbondong-bondong menghahadiri ceramah seorang muallaf dari Medan. Dalam ceramahnya ia mengatakan tuppereware mengandung babi. Pulang ceramah ramai-ramai orang membakar tuppereware mereka meski angsurannya belum lunas.
Mak bilang pada ibu-ibu lainnya, kenapa buru-buru percaya pada orang yang baru kenal Islam kemarin sore. "Monyet di gunung Seulawah saja tidak sembarangan makan makanan yang dilemparkan orang. Dia cium dan rasa dulu makanan itu. Tidak langsung ditelan." kata Mak. Dan Mak melanjutkan, "Jangan larut emosi dengan sebuah informasi. Diulang kaji dan timbang-timbang lagi."
Beberapa hari kemudian harian lokal memuat berita pencerama itu ditangkap polisi karena melakukan penipuan. Ia mengaku pura-pura masuk Islam untuk mendapatkan uang dari dana muallaf, hasil zakat dan untuk mengawini perawan-perawan Muslimah.
Dikatakan penipu itu telah melakukan praktiknya di berbagai daerah. Ternyata dia adalah seorang misionaris utusan langsung Vatikan.
Ibu-ibu yang telah membakar tuppereware menangis di hadapan tukang kridit.

Kudeta Turki
Kepada Almukarrom Erdogan,  disarankan untuk belajar drama intrik-agitasi, kontra-intelijen dan psy-war kepada sahabat-sahabat di Brigade PII supaya dramanya lebih elegan dan tidak ditertawakan orang yang pernah latihan intelijen.
Jadwal drama itu sudah bagus. Malam sabtu. Orang tidak ragu turun ke jalan karena besoknya libur. Masyarakat juga punya waktu dua hari (sabtu-minggu) untuk melayani dukungan memalui media sosial selama dua hari.
Lagi pula. Orang yang pintar dan cerdas baru mulai baca berita hari Senin. Jadi mereka tidak akan terlalu peduli lagi berita itu karena sudah basi di hati mereka mulai bekerja.
Pemilihan waktu malam Sabtu juga menguntungkan karena redaktur senior ahli analisa sedang libur. Sehingga berita dibuat oleh tim redaksi yang masih magang.
Penjadwalan itu juga membuat drama tampak semakin sangar karena orang-orang yang membuat pertemuan tidak bisa membuat spanduk digital pertemuan. Mungkin karena toko print digital libur sabtu-minggu. Jadinya spanduk dibuat alakadar. Mirip spanduk demo kenaikan BBM oleh mahasiswa.

Turki dan Erdogan
Turki di bawah presiden Erdogan sangat mengekang kebebasan rakyatnya. Berbagai media sosial seperti twitter, facebook dan youtube ditutup. Demikian dilaporkan Zuhairi Misrawi pada Harian Kompas 19 Juli 2016. Sehingga memunculkan pertanyaan, bagaimana Erdogan bisa dikatakan mengirimkan pesan melalui akun twitter untik mengajak rakyat melawan kudeta militer pada Sabtu dini hari lalu.
Begitu banyak masalah timbul selama dia menjabat Presiden.
Teror bom ISIS yang sangat mudah terjadi bahkan sudah beberapa kali, diyakini karena ketidak-tegasan Erdogan. Dia dinilai memiliki ketergantungan terhadap ISIS terkait minyak. Pendekatan Erdogan terhadap faksi Kurdi sangat keras. Erdogan juga dinilai begitu kejam kepada pihak yang tidak sependapat dengan dirinya.
Drama tersebut berujung pada kudeta militer. Drama kudeta yang dikatakan gagal itu menjadi momen bagi Erdogan untuk membasmi lawan-lawan politiknya. Para jaksa yang pernah mencoba mengusut kasus korupsi yang diduga melibatkan dirinya, tentu adalah sasaran pemusnahan yang masuk skala prioritas.
Kudeta adalah hal yang lumrah bagi Turki. 1908, 1971, 1980 dan 1997 adalah rangkaian episode drama.
Erdogan Menang

Erdogan menang mutlak pada pemilu? Ya iya, wong saingan dan pengkritiknya hampir semua sudah pada dibunuh dan ditangkap.
Mari berpikir sejenak. Tidak ada negara Muslim yang benar-benar mampu menjalankan demokrasi selain Indonesia.
Ayolah. Wake up. Itu pemilu cinau-cincau saja. Apa pula hebatnya Turki itu? Itu negara sekuler paling gagal. Sahabat baik Israel. O karena mereka Muslim?
Orang Turki baru masuk Islam setelah beberapa kerajaan Islam di Indonesia telah runtuh seperti Peureulak (Hasjmy, 1978) dan Pasai (Said, Tt). Dibandingkan kita, mereka itu Islam kemarin sore.
O, orang Aceh suka Turki karena punya hubungan dengan Aceh Darussalam?
Katahuilah. Kesultanan Turki hanya memanfaatkan kerajaan-kerajaan Islam lainnya untuk kepentingan ekonomi. Bahkan merekalah penyebab munculnya kolonialisme. Turki beli rempah sangat murah dari Aceh san kerajaan Muslim lainnya. Tetapi mereka menjualnya sangat mahal kepada Eropa. Akhirnya Eropa tertekan dan berusaha mencari sendiri rempah-rempah itu.
Aceh dan kerajaan kecil Islam lainnya berharap dengan harga rempah yang murah dijual ke mereka dapatlah dilindungi bila ada yang mengusik. Tetapi nyatanya tidak. Ketika Aceh diserang Belanda, tidak ada bantuan dari Turki. Habib Bugak Sudah mengemis-ngemis bantuan ke sana. Tapi pulang dengan putus asa (Reid, 2005).
Ada juga yang suka Turki karena banyak membantu Aceh pasca Tsunami. Bantuan-bantuan Turki itu padahal umumnya dari yayasan milik musuh Erdogan yakni Fethullah Gulen. Sekolah Fatih di Aceh juga milik Gulen.
Erdogan, untuk kembali memenangkan pemilu harus membunuh dan menangkap para lawan politiknya. Sementara di Indonesia, Megawati (2004-2014) dan Prabowo (2014-?) sebagai oposisi dapat melakukan kritik bebas terhadap penguasa. Kenapa? Karena hanya Indonesia negara Muslim yang berhasil menjalankan demokrasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar