Kalau Erdogan terus dibiarkan, akan
semakin banyak warga Turki mati sia-sia. Makin banyak bom meledak. Mulut dia
terlalu besar untuk jabatan seorang presiden.
Terlalu lemah keahlian politik dan
strategi Erdogan sebagai seorang presiden.
Ketika Rusia sedang sibuk berperang
dengan ISIS di Suriah, Erdogan malah numpang keren dengan menembak pesawat
tempur Rusia.
Dia sering mengeluarkan komentar
tidak penting. Yang hanya membuat Turki menjadi sasaran teroris.
Dia juga terlalu bersemangat untuk
dicitrakan sebagai pejuang Islam. Sikap ortodoksi ini malah semakin membuat
Islam semakin dirugikan.
Turki yang berada di tengah-tengah
kemajuan, tidak perlu bersikap angkuh. Ini hanya akan membuat kaum Muslim di
sana semakin dizalimi.
Musuh dan pembenci Turki tertawa ria
dengan kejadian di Turki.
Dikatakan, upaya militer untuk
kudeta, gagal.
Usaha kudeta itu adalah bukti adanya
perpecahan di militer Turki. Jendral tertinggi mengatakan tidak boleh kudeta.
Lalu, sebagian militer yang melakukan upaya kudeta di bawah arahan siapa?
Kalau jawabannya adakah arahan
sebagian Jendral, berarti benar militer Turrki pecah.
Padahal militer adalah esensi
pertahanan negara. Bila esensinya pecah, maka ini adalah bukti negara turki
sangat lemah.
Pula. Penzaliman rezim Turki kepada
kaum Muslim di seluruh dunia pernah terjadi ketika kekuasaan Utsmani. Kerajaan
Turki yang dipercaya sebagai pelindung kaum Muslim justru mengkhianati.
Kaum Muslim seluruh dunia termasuk
Nusantara memberikan upeti kepada Kerajaan Turki. Rempah-rempah juga dijuan
dengan biaya sangat murah kepada Turki. Namun Turki malah melakukan penimbunan
dan menjual rempah-rempah itu dengan harga sangat mahal untuk Eropa. Padahal Eropa
sangat membutuhkan rempah untuk bertahan hidup. Misalnya, mereka perlu
mengawetkankan daging di musim dingin dengan lada. Turki malah menjual lada ke
Eropa sangat mahal. Padahal mereka memperolehnya dari Aceh, sangat murah.
Sikap Turki membuat Eropa terpaksa
mencari sendiri rempah-rempah ke negara-negara Muslim. Perdagangan berubah
menjadi kolonialisme. Turki adalah penyebab penjajahan Eropa ke negara-negara
Muslim selama sekitar lima ratus tahun.
Turki
Shankar sangat loyal kepada Tuan
Thakur. Dia bangga disebut sebagai anjingnya Thakur. Pengabdian yang dilakukan
Shankar karena mengira Thakur telah berbaik hati kepada dirinya karena mau
membesarkannya setelah kedua orangtuanya meninggal. Padahal, Thakur sendirlah
yang membunuh kedua orangtua Shankar.
Orang Islam yang fanatik kepada
Turki di media sosial mirip dengan Shankar. Mereka mengira Turki adalah negara
besar yang baik. Mengira di masa lalu Kerajaan Islam Turki pernah menjadi
kerajaan yang melindungi kaum Muslim di Seluruh dunia.
Padahal waktu itu kerajaan Turki
menipu dan menghianati kaum Muslim di seluruh dunia.
Mereka adalah penjual agama dalam
partai besar (grosiran). Tampilan bintang dan bulan berhasil mengecoh kaum
Muslim di seluruh dunia.
Kerajaan Turki membeli rempah-rempah
dari negara-negara Muslim dengan harga yang sangat murah. Kaum Muslim bersedia
melakukan itu dilandasi rasa persaudaraan. Namun Kerajaan Turki
mengkhianatinya.
Masyarakat Eropa sangat membutuhkan
rempah-rempah untuk bertahan hidup. Seperti Lada. Mereka memerlukannya untuk
mengawetkan daging untuk musim dingin. Pada musim itu, orang Eropa tidak dapat
keluar mencari makan. Mereka perlu mengawetkan makanan untuk bertahan hidup.
Kerajaan Turki memanfaatkan keadaan.
Penimbun ulung itu menjual lada dan rempah-rempah lainnya dengan harga sangat
tinggi ke Eropa.
Kezaliman kerajaan Turki kepada
Eropa dan pengkhianatan mereka kepada kaum Muslim di seluruh dunia berlangsung
selama ratusan tahun. Situasi seperti ini membuat Eropa gerah. Dan memaksa
mereka mencari sendiri sumber rempah-rempah itu.
Setelah Eropa menemukan sendiri
sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan, secara sistematis hilanglah
ketergantungan mereka kepada Turki. Mereka mulai membangun sendiri hubungan
dengan negara-negara penghasil rempah yang mereka butuhkan.
Awalnya hubungan yang dibangun Eropa
dengan negara-negara Muslim penghasil rempah adalah perdagangan. Selanjutnya
berubah menjadi kolonialisme.
Shankar lebih beruntung karena
akhirnya tahu bahwa Thakurlah yang membunuh kedua orangtuanya. Sehingga dia
balas dendam dengan membunuh Thakur.
Sayangnya, kaum Muslim umumnya belum
tahu akan sejarah kezaliman dan pengkhianatan Turki. Mungkin karena mengenal
Turki hanya melalui media sosial. Mungkin pula karena negara itu masuh memakai
lambang bulan bintang. Kamuflase memang teknik yang paling efektif.
Turki dan Aceh
Orang Turki baru 1299 masuk Islam
berkat penaklukan Muhammad Al-Fatih. Kita Nusantara sudah Muslim dari zaman
khalifaurrasyidin (Nasution & Miswari, 2017). Fanatisme kepada Turki
seperti orang Islam buru-buru ke lapangan untuk mendengar ceramah muaallaf yang
baru masuk Islam kemarin sore. Kita lahir di azan, si muallaf belum tentu sudah
potong kulup.
Penyakit ini sama dengan yang
diyakini beberapa orang Aceh. Kata mereka kerajaan Islam Turki adalah bapak
bagi kerajaan Islam di Aceh. Inilah kegalatan berpikir. Kerajaan Islam Jeumpa
sudah mencapai puncak kejayaan pada 777 (Hasjmy, 1978). Orang Turki baru masuk
Islam 1299. Dan mendirikwan kerajaan Islam baru pada 1453. Kok anak lebih tua
daripada bapak.
Suatu hari di kampung saya, dengan
sanga antrusias orang-orang berbondong-bondong menghahadiri ceramah seorang
muallaf dari Medan. Dalam ceramahnya ia mengatakan tuppereware mengandung babi.
Pulang ceramah ramai-ramai orang membakar tuppereware mereka meski angsurannya
belum lunas.
Mak bilang pada ibu-ibu lainnya,
kenapa buru-buru percaya pada orang yang baru kenal Islam kemarin sore.
"Monyet di gunung Seulawah saja tidak sembarangan makan makanan yang
dilemparkan orang. Dia cium dan rasa dulu makanan itu. Tidak langsung ditelan."
kata Mak. Dan Mak melanjutkan, "Jangan larut emosi dengan sebuah
informasi. Diulang kaji dan timbang-timbang lagi."
Beberapa hari kemudian harian lokal
memuat berita pencerama itu ditangkap polisi karena melakukan penipuan. Ia
mengaku pura-pura masuk Islam untuk mendapatkan uang dari dana muallaf, hasil
zakat dan untuk mengawini perawan-perawan Muslimah.
Dikatakan penipu itu telah melakukan
praktiknya di berbagai daerah. Ternyata dia adalah seorang misionaris utusan
langsung Vatikan.
Ibu-ibu yang telah membakar
tuppereware menangis di hadapan tukang kridit.
Kudeta Turki
Kepada Almukarrom Erdogan,
disarankan untuk belajar drama intrik-agitasi, kontra-intelijen dan
psy-war kepada sahabat-sahabat di Brigade PII supaya dramanya lebih elegan dan tidak
ditertawakan orang yang pernah latihan intelijen.
Jadwal drama itu sudah bagus. Malam
sabtu. Orang tidak ragu turun ke jalan karena besoknya libur. Masyarakat juga
punya waktu dua hari (sabtu-minggu) untuk melayani dukungan memalui media
sosial selama dua hari.
Lagi pula. Orang yang pintar dan
cerdas baru mulai baca berita hari Senin. Jadi mereka tidak akan terlalu peduli
lagi berita itu karena sudah basi di hati mereka mulai bekerja.
Pemilihan waktu malam Sabtu juga
menguntungkan karena redaktur senior ahli analisa sedang libur. Sehingga berita
dibuat oleh tim redaksi yang masih magang.
Penjadwalan itu juga membuat drama
tampak semakin sangar karena orang-orang yang membuat pertemuan tidak bisa
membuat spanduk digital pertemuan. Mungkin karena toko print digital libur
sabtu-minggu. Jadinya spanduk dibuat alakadar. Mirip spanduk demo kenaikan BBM
oleh mahasiswa.
Turki
dan Erdogan
Turki di bawah presiden Erdogan
sangat mengekang kebebasan rakyatnya. Berbagai media sosial seperti twitter,
facebook dan youtube ditutup. Demikian dilaporkan Zuhairi Misrawi pada Harian
Kompas 19 Juli 2016. Sehingga memunculkan pertanyaan, bagaimana Erdogan bisa
dikatakan mengirimkan pesan melalui akun twitter untik mengajak rakyat melawan
kudeta militer pada Sabtu dini hari lalu.
Begitu banyak masalah timbul selama
dia menjabat Presiden.
Teror bom ISIS yang sangat mudah
terjadi bahkan sudah beberapa kali, diyakini karena ketidak-tegasan Erdogan.
Dia dinilai memiliki ketergantungan terhadap ISIS terkait minyak. Pendekatan
Erdogan terhadap faksi Kurdi sangat keras. Erdogan juga dinilai begitu kejam
kepada pihak yang tidak sependapat dengan dirinya.
Drama tersebut berujung pada kudeta
militer. Drama kudeta yang dikatakan gagal itu menjadi momen bagi Erdogan untuk
membasmi lawan-lawan politiknya. Para jaksa yang pernah mencoba mengusut kasus
korupsi yang diduga melibatkan dirinya, tentu adalah sasaran pemusnahan yang
masuk skala prioritas.
Kudeta adalah hal yang lumrah bagi
Turki. 1908, 1971, 1980 dan 1997 adalah rangkaian episode drama.
Erdogan Menang
Erdogan menang mutlak
pada pemilu? Ya iya, wong saingan dan
pengkritiknya hampir semua sudah pada dibunuh dan ditangkap.
Mari berpikir sejenak.
Tidak ada negara Muslim yang benar-benar mampu menjalankan demokrasi selain
Indonesia.
Ayolah. Wake up. Itu pemilu cinau-cincau saja. Apa pula hebatnya Turki itu? Itu negara sekuler
paling gagal. Sahabat baik Israel. O karena mereka Muslim?
Orang Turki baru masuk
Islam setelah beberapa kerajaan Islam di Indonesia telah runtuh seperti
Peureulak (Hasjmy, 1978) dan Pasai (Said, Tt). Dibandingkan kita, mereka itu Islam
kemarin sore.
O, orang Aceh suka Turki
karena punya hubungan dengan Aceh Darussalam?
Katahuilah. Kesultanan
Turki hanya memanfaatkan kerajaan-kerajaan Islam lainnya untuk kepentingan
ekonomi. Bahkan merekalah penyebab munculnya kolonialisme. Turki beli rempah
sangat murah dari Aceh san kerajaan Muslim lainnya. Tetapi mereka menjualnya
sangat mahal kepada Eropa. Akhirnya Eropa tertekan dan berusaha mencari sendiri
rempah-rempah itu.
Aceh dan kerajaan kecil
Islam lainnya berharap dengan harga rempah yang murah dijual ke mereka dapatlah
dilindungi bila ada yang mengusik. Tetapi nyatanya tidak. Ketika Aceh diserang
Belanda, tidak ada bantuan dari Turki. Habib Bugak Sudah mengemis-ngemis bantuan
ke sana. Tapi pulang dengan putus asa (Reid, 2005).
Ada juga yang suka Turki
karena banyak membantu Aceh pasca Tsunami. Bantuan-bantuan Turki itu padahal
umumnya dari yayasan milik musuh Erdogan yakni Fethullah Gulen. Sekolah Fatih
di Aceh juga milik Gulen.
Erdogan, untuk kembali
memenangkan pemilu harus membunuh dan menangkap para lawan politiknya.
Sementara di Indonesia, Megawati (2004-2014) dan Prabowo (2014-?) sebagai
oposisi dapat melakukan kritik bebas terhadap penguasa. Kenapa? Karena hanya
Indonesia negara Muslim yang berhasil menjalankan demokrasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar