Rabu, 04 Oktober 2017

TESLA, REZIM SETAN, HABIB RIZIK dan TOKEN

Setiap melihat meteran listrik pascabayar mengeluarkan lampu bewarna merah, yang mana itu sering terjadi di rumah saya, saya teringat Nikola Tesla, JP Morgan, Rockefeller, elit global, Ajaran Setan, Habib Rizik, Jokowi, militer, konspirasi politik dan sofisme.

Kalau saja para penyembah setan seperti Rocegeller, Morgan, bukan penguasa bisnis minyak, batu bara, dan senyawa bahan bakar lainnya, tentu listrik gratis tanpa kabel yang dibuat Tesla dapat dibuat oleh semua orang secara gratis dan tidak perlu PLN.


Para penganut ritual setan itu seteg itu, tentu karena mereka penyembah setan. Padahal kalau saja mereka tidak sejahat itu, bumi tidak perlu terlalu dirusak dengan menambang.

Tapi laporan tentang kejaharan Morgan atas Tesla terlalu sentimentil. Morgan dilaporka  membiayai Tesla untuk menciptakan sumber energi. Tesla menghasilkan listrik tanpa kabel. Tapi Morgan menghancurkan proyek itu dan tower arus listrik ramah darah yang dibuat Tesla dihancurkan.

Saya katakan terlalu sentimentil karena bisa jadi Tesla memang tidak sesuai ekspektasi pemodalnya.

Kalau saja listrik ala Tesla itu ril, tentu kita tidak perlu terganggu terus menerus oleh suara tit, tit, tit dua hari sekali dan harus segera merogoh kocek untuk beli token. Tarif PLN juga selalu dinaikkan oleh Jokowi.

Jokowi amat pandai untuk urusan ini. Dia memanfaatkan kemarahan Islamisme yang dimasinisi Habib Rizik dengan sangat baik. Saat orang-orang Rizik asik-asik demo. Entah itu 212, 299, 3213, atau entah itu apalah nomornya, Jokowi memanfaatkan konsentrasi publik dan media ke aksi-aksi nomor itu untuk menaikkan tarif-tarif. Orang-orang jadi tidak sadar saat membayar segala tagihan, semuanya sudah melambung. Mereka sibuk dengan Ahok, Rohingya, Palestina, PKI dsb.

Soal militer saya tidak berani bicara banyak, selain takut ditangkap polisi, saya adalah orang Aceh yang dibesarkan masa Daerah Operasi Militer. Saya trauma dengan loreng.

Tetapi yang jelas zaman  ini persis seperti masa Sofisme Yunani dulu. Setiap penguasa pasti aman dan nyaman selama dia harmonis dengan militer.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar