Rabu, 16 November 2016

CHAHAT

Kata Jalaluddin Rumi, "Segala penderitaanmu muncul karena menginginkan sesuatu yang tidak dapat diperoleh. Ketika engkau berhenti menginginkan, tidak akan ada lagi penderitaan." Kata Quraish Shihab, "Sumber masalah adalah ketika kita tidak mampu membedakan keinginan dengan kebutuhan". Ada yang bertanya, "Bagaimana membedakan keinginan dengan kebutuhan?"

Jangankan membedakan keinginan dengan kebutuhan, mengetahui kebutuhan saja, kita kesulitan. Karena itu, "Mohonlah kepada Allah supaya Dia memenuhi segala kebutuhan raga dan jiwamu." Karena hanya Dia yang mengetahui apa yang serbenarnya kita butuhkan." kaya Ibn Arabi. Tetapi, permohonan yang lebih baik adalah supaya kita tidak punya kebutuhan. Sebagaimana Bayazid Bistami, dia tidak menginginkan apapun selain Tuhan. 

Namun bila kita berhenti membutuhkan, kita telah berhenti menjadi manusia. Hidup itu senyawa dengan kebutuhan. "Apa-apa yang tidak muncul pada khayalan manusia dinamakan bakat. Apa yang muncul di wilayah khalayan dinamakan cita-cita dan hasrat." kata Jalaluddin Rumi. Menurutnya, bakat itu berada di wilayah pengetahuan Tuhan. Dia mengetahui dan memenuhinya. Itulah kebutuhan. Kebutuhan amat jelas dan selalu dipenuhi Tuhan.

Cita-cita dan hasrat adalah keinginan. Keinginan tidak selalu dilayani Tuhan. Keinginan tidak terbatas. Kata Andrea Hirata, "Bila kita mendapatkan apapun yang diinginkan, seseorang akan naik ke puncak bukit dan meniup sangkakala. Dunia kiamat."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar