Minggu, 09 Oktober 2016

AHOK


"Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu enggak pilih saya. Dibohongin pakai surat Al Maidah ayat 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu."

Yang diatas adalah pernyataan Ahok.  Sebagai gubernur,  dia wajib memengeluarkan pernyataan tersebut.  Dia harus menjaga demokrasi yang merupakan sistem kenegaraan Indonesia.  Yang dia katakan itu adalah menyerang orang-orang yang menerapkan politik kotor dengan membawa SARA.  Cara tersebut memang ditentang negara.


"Dibohongi PAKAI ..." yang dikatakan Ahok.  Jelas yang disalahkan Ahok maknanya adalah: orang yang mem-PAKAI SARA yakni segmen agama  dalam berpolitik.  Beberapa pihak mengaku Ahok menghina Al-Qur'an.  Padahal Ahok tidak mengatakan "Dibohongi OLEH.." atau  "dibohongi Surat Al-Maidah ayat 51,..".   Kata 'di' yang digunakan Ahok dalam menyebutkan "dipakai" merujuk pada orang yang menggunakan Al-Maidah: 51 dengan tujuan menyudutkan orang tertentu atau menonjolkan orang tertentu dalam berpolitik praktis. Dan ini tidak dibenarkan oleh aturan berpolitik di Indonesia.

Indonesia tidak didirikan oleh dan dengan Ayat Suci tertentu. Indonesia dan segala aturan formalnya didirikan dengan akal sehat. Kemajemukan Indonesia dibangun atas dasar kebenaran universal.  Memang benar Kitab Suci membawa kebenaran. Namun pemaknaan kita belum tentu benar.

Makna "Macam-macam itu,.. " dalam tinjauan hermeunetika Scheuermacher dimaksudkan Ahok adalah banyak ayat suci lainnya,  banyak pendekatan lainnya seperti kesukuan, dan pendekatan SARA lainnya yang dapat dipakai orang-orang tertentu dalam berpolitik.

 Pada kalimat terakhir, Ahok memberi pencerahan kepada warganya untuk tidak mempedulikan orang-orang yang berpolitik dengan cara yang tidak dibenarkan negara.  Itu adalah bagian tugas Ahok sebagai gubernur. Ahok memperingatkan bahwa terkait hak pilih dalam politik adalah hak warga yang tidak boleh diinterfensi orang lain.

Secara umum,  seperti yang dikatakan Ahmad Yanis, Ahok ingin agar masyarakat fokus pada program kesejahteraan warga. Supaya masyarakat DKI tidak berestimasi keliru atas program-program pemerintah, supaya rencana mensejahterakan masyarakat tidak terhambat oleh politik kotor.

Tulisan ini dibuat bukan karena penulisnya suka pada Ahok. Penulisnya sendiri lebih suka Agus karena pernah bercita-cita menjadi tentara sebelum sekolah SD.  Penulis juga tidak akan memilih Anis karena tidak mengantongi KTP DKI.

 tulisan ini dibuat agar ummat Islam dapat terus menggunakan akal sehat. Supaya ummat Islam tidak terkecoh oleh penampilan orang bersorban lengkap dengan gamis,  namun merka menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah.  Orang seperti ini,  sekalipun Muslim,  tetapi membuat akal kaum Muslim tumpul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar