Kamis, 01 September 2016

BOSAN

Seorang teman pernah bilang. Orang terlalu lanjut usia akan mudah ikut meninggal juga karena dia telah kehilangan semangat hidup. Karena teman-teman sejawatnya sudah pada meninggal. Kata teman saya itu, untuk itulah kita perlu berteman dengan yang lebih muda. Agar semangat hidup terus ada.

Teman saya memberi solusi benar. Tapi
praktiknya tidak semudah itu. Orang yang mudanya jauh dari kita tidak akan menarik dan mereka tidak terlalu tertarik pada kita. Minat, ketertarikan dan tema pembahasan yang kita gandrungi sering selalu berbeda dengan mereka. Maka berteman dengan mereka akan membosankan. Terus sendiri tanpa teman juga lebih membosankan.

Kebosanan akut lebih buruk daripada  kematian. Sukarno pernah merasakan itu. Dari seorang yang paling aktif, ia diseret menjadi orang yang tidak bisa berinteraksi dengan siapapun. Dan mati lebih bauk bagi orang seperti itu. Menghalangi suatu kebiasaan paling disukai adalah strategi paling efektif untuk menyiksa seseorang.

Maka itu, yang paling ditakuti seorang politikus bukanlah kematian. Mereka paling takut hak politiknya dicabut. Politikus yang korupsi lebih baik dimatikan hak politinya.

Seorang pencuri tidak perlu dipotong tangannya. Yang perlu dipotong adalah tindakannya. Karena tangan adalah simbol perbuatan. Perbuatan itulah yang perlu dipotong. Memotong tangan koruptor adalah menghapus hak politiknya, dibatasi interaksinya. Memotong tangan pencuri adalah memotong kemiskinannya.

Memberi hukuman mati kepada mereka sama dengan tidak memberi hukuman. Karena tidak dibunuhpun tuh, mereka akan mati. Lebih baik mereka dikucilkan atau dibuatkan taman koruptor. Mereka dilokalisasikan dan diisolasi seperti perlakuan terhadap hewan di kebun binatang. Ruangan mereka dibuatkan kaca bening agar bisa disakaikan pengunjung. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar