Damba surga tidak lebih memotivasi daripada takut neraka dalam sebuah penolakan larangan dan perintah kewajiban. Maka banyak manusia mengaku tak masuk surga, tak apalah. Yang penting jangan manusk neraka.
Pikiran sehat tidak bisa memberi kekuatan. Ia hanya petunjuk arah. Dante mengatakan, sebaliknya setan hanya punya daya untuk menunjukkan keburukan sebagai kebaikan. Manusialah yang membiasakannya, membudayakannya.
Nafsu syahwat adalah keburukan yang terus mengintimidasi. Terakumilasi menjadi tamak dan rakus. Kerakusan manusia membuat mereka tidak mendapatkan kebahagiaan hidup. Kerakusan membawa kepada kondisi jiwa yang semakin buruk. Sehingga jiwa menjadi pemarah. Sifat ini sangat besar keburukannya. Di atas itu, adalah kebuntuan pikiran. Putus asa. Sebab itulah bunuh diri adalah maha buruk.
Pada perjalanannya di suatu lingkaran, Dante mengetahui bahwa kekerasan dalam bentuk apapun dilarang. Dan ini biasanya dibungkus dalam perang suci.
Dante menaruh pengkhianat pada lingkaran terendah di neraka. Pembohong besar. Sumpah palsu. Lingkaran ini adalah jangkauan terakhir cahaya Tuhan.
Lingkaran terakhir adalah dilema. Penunjuk jalannya adalah para pengkhianat. Dilemanya sedilematis orang yang telah melakukan taubat nasuha, tetapi kembali berbuat dosa. Sementara putus asa masih belum seburuk dusta. Itu menurut Dante.
Pada lingkaran terakhir, Dante menghilangkan pikiran sehat yang sebelumnya terus memberi petunjuk. Ternyata setelah bertemu iblis ia pergi. Yang hanya ditakutkan iblis adalah manusia bertaubat.
Tapi Inferno adalah sebuah cerita. Seperti umumnya, diakhiri dengan kebahagiaan diakhir. Dante menetapkan ceritanya dengan keberhasilan meraih surga dengan bertaubat. Mungkin itulah makna kenapa seorang manusia diperintahkan untuk bertaubat terus menerus.
Pikiran sehat tidak bisa memberi kekuatan. Ia hanya petunjuk arah. Dante mengatakan, sebaliknya setan hanya punya daya untuk menunjukkan keburukan sebagai kebaikan. Manusialah yang membiasakannya, membudayakannya.
Nafsu syahwat adalah keburukan yang terus mengintimidasi. Terakumilasi menjadi tamak dan rakus. Kerakusan manusia membuat mereka tidak mendapatkan kebahagiaan hidup. Kerakusan membawa kepada kondisi jiwa yang semakin buruk. Sehingga jiwa menjadi pemarah. Sifat ini sangat besar keburukannya. Di atas itu, adalah kebuntuan pikiran. Putus asa. Sebab itulah bunuh diri adalah maha buruk.
Pada perjalanannya di suatu lingkaran, Dante mengetahui bahwa kekerasan dalam bentuk apapun dilarang. Dan ini biasanya dibungkus dalam perang suci.
Dante menaruh pengkhianat pada lingkaran terendah di neraka. Pembohong besar. Sumpah palsu. Lingkaran ini adalah jangkauan terakhir cahaya Tuhan.
Lingkaran terakhir adalah dilema. Penunjuk jalannya adalah para pengkhianat. Dilemanya sedilematis orang yang telah melakukan taubat nasuha, tetapi kembali berbuat dosa. Sementara putus asa masih belum seburuk dusta. Itu menurut Dante.
Pada lingkaran terakhir, Dante menghilangkan pikiran sehat yang sebelumnya terus memberi petunjuk. Ternyata setelah bertemu iblis ia pergi. Yang hanya ditakutkan iblis adalah manusia bertaubat.
Tapi Inferno adalah sebuah cerita. Seperti umumnya, diakhiri dengan kebahagiaan diakhir. Dante menetapkan ceritanya dengan keberhasilan meraih surga dengan bertaubat. Mungkin itulah makna kenapa seorang manusia diperintahkan untuk bertaubat terus menerus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar