Belajarlah dari Toyota dalam alur sejarah
bisnis mobilnya di Indonesia.
Kijang telah manjadi brand yang melekat,
bahkan menyatu dengan hati masyarakat Indonesia. Slogan: 'memang tiada
duanya' bukan hanya persoalan persaingan dengan merek lain. Tetapi antara
Kijang dengan hati masyarakat telah menyatu.
Toyota bukan perusahaan gampangan. Semua orang tahu itu. Bahkan dia
adalah bagian dari perusahaan yang menempati urutan kelas wahid dalam
urusan kecerdasan. Sekalipun telah menjadi semacam jiwa bagi jasad masyarakat,
tetapi Toyota sadar bahwa dirinya masih sebuah perusahaan. Sadar bahwa semua
yang sedang dilakukan adalah bisnis. Sehingga dia tahu bahwa keuntungan adalah
hal yang niscaya dibutuhkan.
Dengan kejeliannya, Toyota tahu bahwa menjelang millenium
ketiga, persaingan pasar akan sangat tajam. Toyota tahu bahwa persaingan ini
akan diisi oleh beberapa perusahaan yang otomotif yang tidak sehat dan mungkin
berniat jahat. Sehingga Toyota menuncurkan sebuah merek bernama Avanza. Produk
ini terbukti menjadi idola masyarakat awal Millenium ketiga. Alasan utamanya
mungkin karena dia adalah keluaran Toyota, sebuah perusahaan yang tidak pernah
mengecewakan masyarakat. Dan itu lagi-lagi terbukti.
Pada satu sisi, Avanza adalah solusi bagi
Toyota untuk menyelamatkan masyarakat dari pembodohan merek-merek jahat yang
dapat melukai hati
masyarakat. Dengan harga yang masih terhitung mampu bersaing. Maka melalui
Avanza, Toyota menjadi penyelamat hati masyarakat. Pada sisi yang lain, di
tengan persaingan dengan perusahaan-perusahaan jahat yang baru muncul kemarin sore, Toyota tetap mampu menjaga
Kijang yang telah menjadi jantung-hati masyarakat. Toyota menjaga elitisitas
Kijang dalam Innova. Dengan itu,
tetap: Kijang memang tiada duanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar