Sabtu, 29 Desember 2018

Terpenjara di Padang Gurun Cinta

Tidak terbit matahari dan tidak juga terbenam
Kecuali cintaku kepadamu bersama nafasku
Tidaklah aku bernafas dalam suka dan duka
Kecuali kau adalah desis nafasku

Tidaklah aku minum air karena haus
Kecuali karena melihat bayangmu di dalam gelas
Hampir saja aku lebur karena keindahanmu
Duhak Kekasih, adakah aku dalam kerelaanmu


Hatiku selalu rindu bertemu
Bila kukenang aku senang
Mengingatmu galau hatiku
Lenyapnlah engkau hai hati

Jadikan aku tawanan cintamu
Kuresahkan diriku kepadamu yang menguasasi hatiku

Aku tawanan yang terpenjara di padang gurun cinta
Lindungilah hati ini dengan sejuknya naungan awan
Digiring kerinduan aku tergelincir
Tuntunlah aku kembali karena hanya kepadamu aku menuju


CIputat, 20 Des 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar