Saya kurang sepakat bila ada pernyataan teori Newton
itu adalah penyebab dari penemuan-penemuan teknologi. Dalam maknanya yang luas,
teknologi itu adalah karya seni. Tetapi di masa sekarang, teknologi menjadi
sangat sempit maknanya: hanya dimaknai sebagai produksi pasar, lebih jelasnya
lagi: produksi kapitalisme.
Kapitalisme lahir dari asumsi kebutuhan hidup manusia
tidak terbatas. Berangkat dari asumsi ini, kapitalisme mengambil mementum untuk
memproduksi barang-barang yang pastinya akal laku karena dibutuhkan manusia.
Dalam perjalanannya, kapitalisme menjadi semakin brutal. Banyak produk-produk
menjadi surplus dan banyak barang-barang yang diproduksi sebenarnya tidak
dibutuhkan manusia. Tetapi manusia dipaksa membeli dengan berbagai cara.
Kapitalisme muncul dari dari kesadaran bahwa
kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Secara umum makna dari 'manusia' yang
dimaksud adalah orang-orang yang punya keinginan terhadap segala sesuatu yang didak terbatas
itu adalah mereka yang menjadi sasaran pasar. Tetapi pada perkembangan
kapitalisme, ternyata keinginan yang tidak terbatas itu berada pada pemodal.
Pemodal punya keinginan untuk menumpuk kekayaan tidak terbatas. Dan ternyata
keinginan daripada pangsa pasar itu terbatas. Bahkan sangat terbatas.
Masyarakat hanya membeli sesuatu sejauh mereka mampu. Dan daya beli masyarakat
itu terbatas.
Mengenai kebutuhan, manusia bisa beradaptasi. Manusia
adalah makhluk yang sangat baik dalam usaha bertahan hidup. Sebab itu ada yang
bertanya, apakah karya seni itu muncul dari melihat realitas sosial bahwa
manusia memiliki kebutuhan atau memang karya seni itu memang muncul dari dalam
imajinasi seorang seniman?
Pertama-tama yang perlu dalam perkara ini adalah
mengenal bagimana seniman itu. Kita dapat mengatakan bahwa apapun karya seniman
sebenarnya tidak berkaitan dengan kebutuhan manusia. Karya seniman berbeda
dengan produksi pasar yang memang fokusnya adalah menyelidiki kebutuhan manusia
lalu memproduksinya. Dan mengenai kebutuhan, kalaupun seniman itu tidak ada,
manusia dapat menemukan alternatif untuk kebutuhannya.
Contohnya rumah. Mengenai kebutuhan untuk tempat
tinggal, manusia pada awal sejarah dapat menemukan banyak alternatif untuk
tempat tinggal. Mereka bisa menggali tanah atau tinggal di atas pohon. Tetapi
rumah itu muncul dari imajinasi seniman. Setelah seniman membangun rumah, lalu
orang mulai bergantung pada hasil karya seniman. Selanjutnya karya seniman itu
dimanfaatkan oleh orang yang orientasinya uang.
Dari contoh kasus rumah dapat dikatakan, karya seni
itu tidak berhubungan dengan kebutuhan manusia. Tetapi bila ingin
menghubungkannya, maka hubungan itu ada pada kepekaan seorang seniman. Kepekaan
seniman, peka dengan dirinya, peka terhadap alam, itulah yang membuat karya
seni muncul. Penemuan-penemuan yang merubah sejarah manusia itu umumnya lahir
dari kepekaan sang seniman. Kepekaan mereka terhadap alam itulah yang
melahirkan karya seni. Misalnya penemuan pesawat.
Saat ini manusia sangat bergantung pada pesawat.
Tetapi lahirnya karya pesawat itu adalah hasil dari karya manusia yang peka
terhadap alam. Penemuan-penemuan itu sama sekali tidak punya hubungan dengan
teori prinsip matematika yang dirumuskan Newton. Paling-paling teori Newton itu
digunakan sebagai alat untuk memudahkan. Lalu karya-karya seniman itu
diduplikasi, dijual massal untuk kepentingan orang yang orientasinya uang. Dan
itu sama sekali tidak berhubungan dengan sang seniman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar