Senin, 01 Oktober 2018

SENIMAN DAN KAPITALISME


Saya kurang sepakat bila ada pernyataan teori Newton itu adalah penyebab dari penemuan-penemuan teknologi. Dalam maknanya yang luas, teknologi itu adalah karya seni. Tetapi di masa sekarang, teknologi menjadi sangat sempit maknanya: hanya dimaknai sebagai produksi pasar, lebih jelasnya lagi: produksi kapitalisme.

Kapitalisme lahir dari asumsi kebutuhan hidup manusia tidak terbatas. Berangkat dari asumsi ini, kapitalisme mengambil mementum untuk memproduksi barang-barang yang pastinya akal laku karena dibutuhkan manusia. Dalam perjalanannya, kapitalisme menjadi semakin brutal. Banyak produk-produk menjadi surplus dan banyak barang-barang yang diproduksi sebenarnya tidak dibutuhkan manusia. Tetapi manusia dipaksa membeli dengan berbagai cara.



Kapitalisme muncul dari dari kesadaran bahwa kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Secara umum makna dari 'manusia' yang dimaksud adalah orang-orang yang punya keinginan  terhadap segala sesuatu yang didak terbatas itu adalah mereka yang menjadi sasaran pasar. Tetapi pada perkembangan kapitalisme, ternyata keinginan yang tidak terbatas itu berada pada pemodal. Pemodal punya keinginan untuk menumpuk kekayaan tidak terbatas. Dan ternyata keinginan daripada pangsa pasar itu terbatas. Bahkan sangat terbatas. Masyarakat hanya membeli sesuatu sejauh mereka mampu. Dan daya beli masyarakat itu terbatas.

Mengenai kebutuhan, manusia bisa beradaptasi. Manusia adalah makhluk yang sangat baik dalam usaha bertahan hidup. Sebab itu ada yang bertanya, apakah karya seni itu muncul dari melihat realitas sosial bahwa manusia memiliki kebutuhan atau memang karya seni itu memang muncul dari dalam imajinasi seorang seniman?

Pertama-tama yang perlu dalam perkara ini adalah mengenal bagimana seniman itu. Kita dapat mengatakan bahwa apapun karya seniman sebenarnya tidak berkaitan dengan kebutuhan manusia. Karya seniman berbeda dengan produksi pasar yang memang fokusnya adalah menyelidiki kebutuhan manusia lalu memproduksinya. Dan mengenai kebutuhan, kalaupun seniman itu tidak ada, manusia dapat menemukan alternatif untuk kebutuhannya.

Contohnya rumah. Mengenai kebutuhan untuk tempat tinggal, manusia pada awal sejarah dapat menemukan banyak alternatif untuk tempat tinggal. Mereka bisa menggali tanah atau tinggal di atas pohon. Tetapi rumah itu muncul dari imajinasi seniman. Setelah seniman membangun rumah, lalu orang mulai bergantung pada hasil karya seniman. Selanjutnya karya seniman itu dimanfaatkan oleh orang yang orientasinya uang.

Dari contoh kasus rumah dapat dikatakan, karya seni itu tidak berhubungan dengan kebutuhan manusia. Tetapi bila ingin menghubungkannya, maka hubungan itu ada pada kepekaan seorang seniman. Kepekaan seniman, peka dengan dirinya, peka terhadap alam, itulah yang membuat karya seni muncul. Penemuan-penemuan yang merubah sejarah manusia itu umumnya lahir dari kepekaan sang seniman. Kepekaan mereka terhadap alam itulah yang melahirkan karya seni. Misalnya penemuan pesawat.

Saat ini manusia sangat bergantung pada pesawat. Tetapi lahirnya karya pesawat itu adalah hasil dari karya manusia yang peka terhadap alam. Penemuan-penemuan itu sama sekali tidak punya hubungan dengan teori prinsip matematika yang dirumuskan Newton. Paling-paling teori Newton itu digunakan sebagai alat untuk memudahkan. Lalu karya-karya seniman itu diduplikasi, dijual massal untuk kepentingan orang yang orientasinya uang. Dan itu sama sekali tidak berhubungan dengan sang seniman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar