Amerika Serikat membuat program memisahkan anak-anak imigran dengan orangtau mereka dari umur 0-tahun hingga 18 tahun. Pihak kepolisian datang kerumah-rumah imigran, merampas anak-anak mereka dan membawanya ke tempat penampungan anak.
Peigramnini dibuat semata-mata karena ketakutan masa depan Amerika akan seperti Inggris, Prancis dan Jerman. Mereka tidak ingin anak-anak imigran yang umumnya beragama Islam menjadi orang-orang oenting, kaya dan berpengaruh di Barat.
Menyadari orangtua harus berjuang keras untuk menghidupi keluarga dengan cara yang tidak mudah di negara baru, anak-anak imigram menjadi pejuang keras dalam belajar sehingga dapat menjadi orang ahli untuk bidang-bidang penting. Nilai-nilai agama dan moralitas juga mereka junjung tinggi.
Iinilah yang membuat Amerika ketakutan. Mereka tidak ini nantinya anaka-anak Muslim mengisi tempqt-tempat penting. Lihat saja Prancis misalnya, jumlah imigran di sana sudah sangat banyak. Posisi-posisi sentral di segala lini telah diisi oleh anak-anak imigran generasi sebelumnya khususnya dari Aljazair, Senegal dan Martinique.
Lihat saja Timnas sepak bola Prancis. Tujuh dari sepuluhnya adalah pemaim Muslim. Di Inggris imigran Muslim khususnya dari India Pakistan dan Malaysia telah menjadi pejabat penting dibidang pilitik dan lainnya.
Sebenarnya arus imigrasi orang Islam ke Bsrat karena Barat terus-menerus membuat kerusuhan di negara-negara Muslim. Imigrasi terjadi karena negara asal selalu rusuh oleh Barat. Sehingga Barat itu sendiri yang mengundang imigran ke sana.
Kemana anak-anak pribumi Barat?
Orang Barat yang sudab hidup aman-dan nyaman kehilangan keinginan dalam hidup mereka. Keinginan mereka hanya makan dan main. Tanpa keinginan, tidak akan ada usaha. Akibat zona nyaman itu, mereka juga tidaj terlalu peduli dengan masa deoan anak-anaknya. Wong kekayaan udah aman untuk tujuh generasi kok.
Makanya anak-anak pribumi di sana tahunya ya cuma main dari kecil hingga dewasa. Sehingga posisi -posisi sentral seperti politik, ekonomi dan lainnya dipegang oleh anak-anak imigram. Sehingga nasib negara dikendalikan oleh anak-anak imigram. Inilah yang ditakutkan amerika sehingga menculik dan merampas bayi dan anak imigran.
Padahal anak-anak imigran itu dapat berperan penting memoertahankan sebuah negara yang ditempati agar tidak bubar karena pribuminya sudah menjadi orang malas bodoh dn gemuk.
Ini artinya Amerika tidak siap bersaing. Lalu dilakukanlah cara yang binatang saja tidak tega melakukannya.
Semoga saja mental Eropa tidak seburuk itu. Semoga saja bangsa-bangsa seperti Inggris, Prancis, Jeman dan Eropa lainnya tidak seburuk Amerika yang merupakan sebuah negara yang dibangun dari genosida bangsa indian.
Peigramnini dibuat semata-mata karena ketakutan masa depan Amerika akan seperti Inggris, Prancis dan Jerman. Mereka tidak ingin anak-anak imigran yang umumnya beragama Islam menjadi orang-orang oenting, kaya dan berpengaruh di Barat.
Menyadari orangtua harus berjuang keras untuk menghidupi keluarga dengan cara yang tidak mudah di negara baru, anak-anak imigram menjadi pejuang keras dalam belajar sehingga dapat menjadi orang ahli untuk bidang-bidang penting. Nilai-nilai agama dan moralitas juga mereka junjung tinggi.
Iinilah yang membuat Amerika ketakutan. Mereka tidak ini nantinya anaka-anak Muslim mengisi tempqt-tempat penting. Lihat saja Prancis misalnya, jumlah imigran di sana sudah sangat banyak. Posisi-posisi sentral di segala lini telah diisi oleh anak-anak imigran generasi sebelumnya khususnya dari Aljazair, Senegal dan Martinique.
Lihat saja Timnas sepak bola Prancis. Tujuh dari sepuluhnya adalah pemaim Muslim. Di Inggris imigran Muslim khususnya dari India Pakistan dan Malaysia telah menjadi pejabat penting dibidang pilitik dan lainnya.
Sebenarnya arus imigrasi orang Islam ke Bsrat karena Barat terus-menerus membuat kerusuhan di negara-negara Muslim. Imigrasi terjadi karena negara asal selalu rusuh oleh Barat. Sehingga Barat itu sendiri yang mengundang imigran ke sana.
Kemana anak-anak pribumi Barat?
Orang Barat yang sudab hidup aman-dan nyaman kehilangan keinginan dalam hidup mereka. Keinginan mereka hanya makan dan main. Tanpa keinginan, tidak akan ada usaha. Akibat zona nyaman itu, mereka juga tidaj terlalu peduli dengan masa deoan anak-anaknya. Wong kekayaan udah aman untuk tujuh generasi kok.
Makanya anak-anak pribumi di sana tahunya ya cuma main dari kecil hingga dewasa. Sehingga posisi -posisi sentral seperti politik, ekonomi dan lainnya dipegang oleh anak-anak imigram. Sehingga nasib negara dikendalikan oleh anak-anak imigram. Inilah yang ditakutkan amerika sehingga menculik dan merampas bayi dan anak imigran.
Padahal anak-anak imigran itu dapat berperan penting memoertahankan sebuah negara yang ditempati agar tidak bubar karena pribuminya sudah menjadi orang malas bodoh dn gemuk.
Ini artinya Amerika tidak siap bersaing. Lalu dilakukanlah cara yang binatang saja tidak tega melakukannya.
Semoga saja mental Eropa tidak seburuk itu. Semoga saja bangsa-bangsa seperti Inggris, Prancis, Jeman dan Eropa lainnya tidak seburuk Amerika yang merupakan sebuah negara yang dibangun dari genosida bangsa indian.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar