Sabtu, 28 Oktober 2017

PERSIA DAN SANSEKERTA

Seorang sarjana dari Aceh menulis di bukunya,  kebudayaan Persia turut disumbangkan oleh Mesir dan Yunani.  Memang tidak ada kebudayaan utuh tanpa kontribusi peradaban di luarnya,  tetapi dalam kasus yang dia bicarakan,  khususnya Persia,  saya kurang sependapat.  Sebenarnya yang terjadi adalah sebaliknya,  kebudayaan Yunani,  khususnya llmu pengetahuan dan bahasa,  sangat besar disumbangkan oleh Persia.  Banyak para filosof Yunani yang mengembangkan filsafatnya dari khazanah keilmuan Timur,  khususnya Persia,  Sumeria,  Babilinia dan India.


Dengan ekspansi yang terus-menerus ke Barat,  Persia kuno telah berhasil menanamkan pengaruh keilmuanya ke Romawi. Lalu banyak para filsof Yunani yang mengambil khazanah keilmuan pada Romawi.  Ambil Contoh Plotinus,  dia terus-menerus berusaha dapat pergi ke Persia untuk menimba ilmu,  walaupun gagal,  dia tetap berusaha mengambil khazanah keilmuan Persia di Turki karena pada masa sebelum itu, p Turki telah banyak diinfiltrasi khazanah kebudayaan,  khususnya keilmuan dari Persia.

Bahkan para filosof Barat mutakhir seperti Hegel,  Spinoza,  Nietzsce, Heideggar, Faucault,  Feyerabend dan sederet nama lainnya terus menaruh hormat dan takjub kepada khazanah keilmuan Persia.

Kepada Barat,  Persia menyimbangkan khazanah keilmuan yang logis,  rigid dan positif.  Itu sesuai dengan cara mendidik Barat.  Kepada Turmur,  Persia mewariskan khazanah keilmuan yang bernuansa mistis,  peflektif dan subjekrif.  Corak itu juga sesuai dengan cara mendidik Timur. Hukum logika:  yang tidak memiliki tidak dapat memberikan. Karena memliki gaya keilmuan mistis dan logis sekaligus,  Persia dapat menyumbangkannya.

Cak Nun mengatakan, epik-ppepik seperti Mahabaratha dan Ramayana sebenarnya bukan dari India.  Sebaliknya Jawalah yang menyumbangkan itu kepada India. Dilihat dari segi bahasa epik-epik dan katakunci-katakuncinya, esensi bahasa Jawa adalah Sansekerta itu sendiri.  Berbeda dengan bahasa India yang memang parsial dengan bahasa Sansekerta.

Referensi-referensi mengenai bahasa Sansekerta mengarahkan bahasa tersebut berasal dari Persia.  Bahkan bahasa Sansekerta turut membentuk bahasa Yunani dan Romawi.  Bahkan bahasa itu turut membentuk bahasa Prancis dan Inggris.

Sehingga dapat dikatakan Persia adalah Bapak Kebudayaan Dunia.

Tetapi kenapa di Nusantara sendiri bahasa Sansekerta lebh esensial daripada bahasa asalnya yaitu Persia.  Kemendalaman bahasa Sansekerta sangat mendasar bagi Nusantara.  Bahkan ini membuat kita berasumsi bahwa bahasa Sansekerta itu memang lahir di Nusantara.

Bahasa Sansekerta,  yang kosakatanya sangat banyak diadopsi oleh bahasa Arab dan Alquran,  bila benar dari Nusantara,  maka jelas Nusantaralah yang menjadi Bapak Kebudayaan Dunia.

wallahu-'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar