Rabu, 07 Juni 2017

Menjual Agama?

Tidak semua masjid menjual agama. Tapi Masjid Besar Peusangan menjualnya? Berapa harganya?

Karena melihat tukang es krim sibuk melayani pembeli, saya memutuskan membawa masuk barang dagangan ke dalam pekarangan masjid. Merujuk tukang es krim, saya saya berasumsi di pekarangan masjid itu tidak ada larangan berjualan. Lagi pula dari 2006-2011, saya sering jualan di masjid itu. Tidak tanggung-tanggung, di tangga masjid.


Ba'da Jum'at itu, sedang asik jualan, petugas keamanan masjid datang menegur. Dia membacakan sebuah hadits tentang larangan berjualan di masjid. Tidak disebutkan siapa perawi dan dikutip dari kitab apa. Yang jelas, katanya, larangan jualan di masjid bukan larangan dia, tetapi larangan Rasul.

Saya protes. Kenapa tukang es krim boleh jualan, saya tidak.  Dikatakan jualan es krim juga tidak boleh. Ketika saya liihat, tukang es krim sudah nihil.

Jualan dilarang. Katanya itu larangan Rasul, larangan agama. Tetapi setiap ada wisuda Universitas Al-Muslim, psra pedagang bejibun di pekarangan masjid, jualan segala hal. Pekarangan masjid kotor luar biasa. Bahkan setiap hari wisuda Al-Muslim, kewajiban berpakaian Islami tidak berlaku di pekarangan masjid itu. Banyak orang perempuan  dari Gayo dan dari Batak dengan leluasa tanpa jilbab, celanan jin ketat. Tidak ada yang melarang, Tidak ada yang melarang jualan, tidak berlaku langan Rasul, larangan agama, pada hari itu.

Ketika saya telusuri pada pengurus masjid, ternyata katanya semua aturan hari2 biasa tidak berlaku di hari wisuda karena Universitas Al-Muslim membayar 1,5 juta untuk masjid. Uang itu dipakai untuk sedekah, kebersihan masjid, MCK dan keamanan.

Dengan 1,5 juta, larangan berjualan yang katanya larangan Rasul, larangan agama, menjadi tidak berlaku. Berarti harga agama di masjid itu 1,5 juta? Atau nabi sendiri yang mengecualikan larangan berjualan di masjid kecuali hari wisuda?

Tidak. Kata teman saya yang berprofesi sebagai ustadz, bila masjid tidak menentukan tarif kepada kampus, itu tidak dapat disebut menjual agama.

"Ente aje yang negatif tingking," tutupnya.

Maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar