Minggu, 04 September 2016

ROKOK

Dongeng:
Di negara yang sangat jauh dari negara kita, menteri keuangannya bernama Tri Mulyono. Dia lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Iseng. Teman2 almamaternya punya lembaga riset ekonomi. Suatu hari, karena sudah sukses, Tri memberikan mainan dengan mengucurkan uang satu Milyar untuk teman2nya di Lembaga Riset Ekonomi. Tri meminta teman2nya di lembaga riset untuk membuat wacana kenaikan rokok sebenar 200 persen. Lalu mereka meneliti respon  masyarakat, dampak ekonomi bagi negara, dampak pemasukan bea cukai dan sebagainya.

Akibat mainan ini, semua yang terlibat dengan rokok panik. Perokok menimbun rokok. Penjual rokok menimbun bergudang-gudang. Indomarat mulai takut menempel harga. Akibatnya harga rokok jenis sama di setiap Indomarat saja bervariasi. Pegawai Indomarat menjual rokok dengan harga sesuka hati. Pedagang klontong dan warung apalagi. Harga rokok menjadi kacau akibat mainan iseng-irlseng berhadiah.

Tri menteri keuangan sekaligus ahli ekonomi kelas dunia. Tapi tidak peduli mainannya membahayakan pasar. Padahal siapapun tidak boleh main-main dengan harga rokok karena bea cukainya memberi dampak pasti buat negara. Kalau harga rokok dipermainkan. Apalagi kita seorang menteri keuangan pula. Maka Presiden di negeri antar berantah itu telah memasukkan musang ke dalam kandang ayam.

Kalau ada satu warga yang berani mengadu menteri keuangan itu ke kantor kepolisian sektor setempat dengan membawa bukti transaksi menteri keuangan dengan lembaga riset ekonomi universitas iseng, saya yakin Tri Mulyono bisa dijerat dengan pasal pidana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar