Anis Baswedan harus diganti. Ahli ilmu politik kok ngurus ilmu pendidikan.
Cukup.
Hentikan memberlakukan pendidikan dengan paradigma transaksional seperti berlaku dalam dunia politik.
Siswa akan semakin tak beradab. Mereka melihat guru seperti pembantu rumah tangga: saya bayar anda, anda bekerja untuk saya.
Sejak awan saya tidak setuju Anies menjadi menteri. Itu keputusan yang bodoh. Sudah jadi rektor. Universitas terpandang pula. Kok malah milih jadi menteri.
###
Mendikbud wahabinya pendidikan. Sistem berpikirnya: Kalau ada tikus di dalam rumah. Maka rumahnya dia bakar.
Ini efek kelamaan di Amerika. Bahkan kuliahnya jurusan Ilmu politik. Makanya tidak mengerti sama sekali nilai-nilai filosofis dalam budaya pendidikan di Nusantara.
Padahal ospek adalah tempat memupuk kebersaman, silaturrahmi dan kekeluargaan.
Mendikbud terus mengarahkan pendidikan layaknya dunia politik yang bertransaksi secara parsial dan berorientasi kepentingan pribadi.
###
Menteri itu jabatan politik yang sangat transaksional. Kita dipakai kalau kita lagi dibutuhkan. Kalau tidak dibutuhkan, ya dicampakkan. Padahal dia sudah sangat terhormat menjadi rektor.
Saya ingat ada pendekar yang mati dengan jurusnya sendiri. Di masa kini, ada juga ilmuan yang mati oleh penemuannya sendiri. Dan Anies adalah salah satu di antaranya. Dia adalah pakar ilmu politik. Ia tentu tahu bahwa dalam politik , teman dan lawan sifatnya kondisional: berteman bila saya diuntungkan , menjadi lawan kalau saya untung menjadi lawannya. Ia sendiri dipecat dari jabatan menteri.
Semoga sistem pendididikan yang buruk selama 20 bulan terakhir dapat berubah menjadi lebih baik. Kita tidak lagi menginginkan adanya prilaku siswa yang tidak beradab. Kita ingin mengakhiri penangkapan guru-guru.
Di kampung kami bahkan ada profesor yang ingin menjadi walikota. Saya belum pernah menemukan orang sekonyol itu.
MU
Cukup.
Hentikan memberlakukan pendidikan dengan paradigma transaksional seperti berlaku dalam dunia politik.
Siswa akan semakin tak beradab. Mereka melihat guru seperti pembantu rumah tangga: saya bayar anda, anda bekerja untuk saya.
Sejak awan saya tidak setuju Anies menjadi menteri. Itu keputusan yang bodoh. Sudah jadi rektor. Universitas terpandang pula. Kok malah milih jadi menteri.
###
Mendikbud wahabinya pendidikan. Sistem berpikirnya: Kalau ada tikus di dalam rumah. Maka rumahnya dia bakar.
Ini efek kelamaan di Amerika. Bahkan kuliahnya jurusan Ilmu politik. Makanya tidak mengerti sama sekali nilai-nilai filosofis dalam budaya pendidikan di Nusantara.
Padahal ospek adalah tempat memupuk kebersaman, silaturrahmi dan kekeluargaan.
Mendikbud terus mengarahkan pendidikan layaknya dunia politik yang bertransaksi secara parsial dan berorientasi kepentingan pribadi.
###
Menteri itu jabatan politik yang sangat transaksional. Kita dipakai kalau kita lagi dibutuhkan. Kalau tidak dibutuhkan, ya dicampakkan. Padahal dia sudah sangat terhormat menjadi rektor.
Saya ingat ada pendekar yang mati dengan jurusnya sendiri. Di masa kini, ada juga ilmuan yang mati oleh penemuannya sendiri. Dan Anies adalah salah satu di antaranya. Dia adalah pakar ilmu politik. Ia tentu tahu bahwa dalam politik , teman dan lawan sifatnya kondisional: berteman bila saya diuntungkan , menjadi lawan kalau saya untung menjadi lawannya. Ia sendiri dipecat dari jabatan menteri.
Semoga sistem pendididikan yang buruk selama 20 bulan terakhir dapat berubah menjadi lebih baik. Kita tidak lagi menginginkan adanya prilaku siswa yang tidak beradab. Kita ingin mengakhiri penangkapan guru-guru.
Di kampung kami bahkan ada profesor yang ingin menjadi walikota. Saya belum pernah menemukan orang sekonyol itu.
MU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar