Kamis, 16 Juni 2016

DI TEPI SUNGAI PEUSANGAN

Kupikir aku sedang duduk di tepi Sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Kita telah berjanji akan bertemu di sini.
Kau akan mengajakku ke sebuah tempat yang tidak aku ketahui.
Kupikir aku sedang duduk di tepi sungai Peusangan.
Sedang menunggu dirimu.
 Sementara hari-hari yang kulalui setelah itu, hingga hari ini, hanya lamunanku saja.
Hanya lamunan.
Sementara aku sedang duduk di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.

 Oh.
Bagaimana ini bisa terjadi?

Mungkinkah hari-hari yang kulalui setelah itu, hanya sebagai lamunan.
Sementara aku sedang berada di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Padahal aku sedang duduk di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Itu tidak pernah terjadi.
 Itu hanya lamunan.
Sehingga hari-hari yang kulalui  setelah itu lah, yang benar-benar kenyataan.        
     
Mungkin sebenarnya hari-hari setelah itu adalah lamunan-lamunanku saja.
Sebenarnya aku sedang berada di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Sekalipun hari-hari setelah itu adalah peristiwa yang nyata.
Namun jiwaku tidak lagi ikut bersama jasadku.
Jiwaku telah  duduk di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.

Di Tepi Sungai Arakundoe, 06 Juni 2016
                                            01 Ramadhan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar