Kupikir aku sedang duduk di tepi Sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Kita telah berjanji akan bertemu di sini.
Kau akan mengajakku ke sebuah tempat yang tidak aku ketahui.
Kupikir aku sedang duduk di tepi sungai Peusangan.
Sedang menunggu dirimu.
Sementara hari-hari
yang kulalui setelah itu, hingga hari ini, hanya lamunanku saja.
Hanya lamunan.
Sementara aku sedang duduk di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Mungkinkah hari-hari yang kulalui setelah itu, hanya sebagai
lamunan.
Sementara aku sedang berada di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Padahal aku sedang duduk di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Itu tidak pernah terjadi.
Itu hanya lamunan.
Sehingga hari-hari yang kulalui setelah itu lah, yang benar-benar
kenyataan.
Mungkin sebenarnya hari-hari setelah itu adalah
lamunan-lamunanku saja.
Sebenarnya aku sedang berada di tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Namun jiwaku tidak lagi ikut bersama jasadku.
Jiwaku telah duduk di
tepi sungai Peusangan.
Aku sedang menunggu dirimu.
Di Tepi Sungai Arakundoe, 06 Juni 2016
01
Ramadhan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar