Senin, 23 Mei 2016

UTTARAN

     
 Anggaran pertahun untuk pendidikan adalah: Rp.540 Trilyun. Semuanya menjadi sia-sia demi 10 milyar. Kerugian negara mencapai Rp. 539.990.000.000.000,apa yang dipikirkan Presiden dan Negara ini?
Berikut rinciannya:

           Anggaran pendidikan Rp.540 Trilyun tersebut adalah 20% dari total APBN Rp.2.7000 Trilyun. Semua alokasi tersebut sia-sia oleh sinetron Uttaran. Sinetron itu merusak semua generasi bangsa. Pendidikan yang mereka peroleh menjadi sia-sia. ANTV membayar pajak 20 milyar per-tahun. ada yang bilang rencananya pada Ramadhan Ultaran tayang dari sahur hingga buka puasa, maka dapat dikatakan 10 milyar pajak ANTV adalah untum Ultaran.
 Jadi, berkat Ultaran, negara rugi 490 milyar. Itu belum termasuk biaya berkas perceraian pengadilan yang ditanggung negara akibat perceraian yang terjadi karena suami menggugat istri yang tidak mau memasak, mencuci, jaga anak, bersih rumah dan memerinyahkan suami bobok dengan pembantu atau tetangga karena sibuk nonton Uttaran.
         Belakangan kantong infus semakin laris.  Penggemar Uttaran bukan hanya tidak sempat masak bahkan tidak sempat makan. Jadinya suntik infus saja sambil nonton Uttaran.
            Uttaran adalah sinetron yang palinh dtamatis yang pernah dibuat
 Bayangkan, satu ayam tetangga mati, masalahnya dibahas hinhha sepuluh episode. Efek musik dan gambarnya dikesankan seolah-olah sepuluh presiden tewas sekaligus dalam sebuah kecelakaan pesawat akibat pembajakan oleh teroris.
     Saya mengetahui sinetron Uttaran dari seorang tukan rervice komputer. Dia adalah laki-laki yang sangat feminim.Semua perempuan yang agak maskulin mengaku jijik dengan Uttaran. Tidak ada perempuan normal yang tidak suka sinetron itu. Setiap pulang kampung saya pasti menemukan Mak sedang melotot di depan tivi. Rekan-rekan perempuan di kantor mulut ternganga, mata melotot di depan Uttaran.

1 komentar:

  1. Beribu-ribu episode, di india sampai 5 tahun tyang baru habis. Syukur saya tidak suka nonton.

    BalasHapus

Posting Komentar