Orang Turki baru 1299 masuk Islam berkat penaklukan Muhammad Al-Fatih. Kita Nusantara sudah Muslim dari zaman khalifaurrasyidin. Fanatisme kepada Turki seperti orang Islam buru-buru ke lapangan untuk mendengar ceramah muaallaf yang baru masuk Islam kemarin sore. Kita lahir di azan, si muallaf belum tentu sudah potong kulup.
Penyakit ini sama dengan yang diyakini beberapa orang Aceh. Kata merekab kerajaan Islam Turki adalah bapak bagi kerajaan Islam di Aceh. Inikan kegalatan berpikir. Kerajaan Islam Jeumpa sudah mencapai puncak kejayaan pada 777. Orang Turki baru masuk Islam 1299. Dan mendirikwan kerajaan Islam baru pada 1453. Kok anak lebih tua daripada bapak.
Suatu hari di kampung saya, dengan sanga antrusias orang-orang berbondong-bondong menghahadiri ceramah seorang muallaf dari Medan. Dalam ceramahnya ia mengatakan tuppereware mengandung babi. Pulang ceramah ramai-ramai orang membakar tuppereware mereka meski angsurannya belum lunas.
Mak bilang pada ibu-ibu lainnya, kenapa buru-buru percaya pada orang yang baru kenal Islam kemarin sore. "Monyet di gunung Seulawah saja tidak sembarangan makan makanan yang dilemparkan orang. Dia cium dan rasa dulu makanan itu. Tidak langsung ditelan." kata Mak. Dan Mak melanjutkan, "Jangan larut emosi dengan sebuah informasi. Diulang kaji dan timbang-timbang lagi."
Beberapa hari kemudian harian lokal memuat berita pencerama itu ditangkap polisi karena melakukan penipuan. Ia mengaku pura-pura masuk islam untuk mendapatkan uang dari dana muallaf hasil zakat dan untuk mengawini perawan-perawan Muslimah.
Dikatakan penipu itu telah melakukan prajtiknya di berbagai daerah. Ternyata dia adalah seorang misionaris utusan langsung Vatikan.
Ibu-ibu yang telah membakar tuppereware menangis di hadapan tukang kridit.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar