Beberapa pengamat sepakbola merasa Manchaster City dan Manchaster Uniter mengalami kesilapan fatal. Mereka tertukar pelatih. Seharusnya Pep Guardiola melatih MU dan Jose Mourinho melatih MC. Apa alasannya?
Penggemar sepak bola sadar bahwa MU adalah klub yang menjunjung tinggi filosofi sebuah tim. Tim mereka memiliki tradisi yang memperkenalkan karakter khas permainan. Karakter itu mempertegas identitas tim. Dan itu tidak bisa dibentuk dalam satu atau dua tahun. Maka itu, sebuah tim yang memiliki identitas filosofis pastilah dibentuk dengan komposisi dominan pemain asli akademi.
Sementara MC beberapa tahun terakhir mengeluarkan dana tak terbatas. Targetnya memenangkan trophy-trophy besar. Beberapa tahun lalu mereka telah merasakan trophy Liga Primer. Selanjutnya trophy Liga Champions adalah harga mati.
Dari profil singkat kedua tim. Jelaslah MU ingin mempertahankan filosofi tim dan MC ingin meraih juara saja. Posisi pelatih yang dimiliki kedua tim itu sepertinya tertukar.
Pep dikenal sebagai pelatih yang idealis. Ia tidak mempersoalkan jumlah gaji. Ia punya karakter unik. Ia ingin memberikan sebuah identitas kepda suatu tim yang dilatih. Pula ia adalah seorang mamtan pemain yang dibesarkan dalam tim yang punya karakter kuat. Selanjutnya ia juga bersasil sebagai pelatih yang mempertegas identitas tim yang dilatihnya dan menoreh banyak trophy.
Sementara Mou adalah pelatih yang tidak peduli dengan seni sepak bola. Dia hanya memikirkan kemenangan dalam setiap pertandingan yang dijalani. Mou adalah pelatih yang sangat ptagmatis.
Maka itu sepertinya Mou lebih cicok melatih MC.
Sementara Pep lebih cocok melatih MU.
MU
Penggemar sepak bola sadar bahwa MU adalah klub yang menjunjung tinggi filosofi sebuah tim. Tim mereka memiliki tradisi yang memperkenalkan karakter khas permainan. Karakter itu mempertegas identitas tim. Dan itu tidak bisa dibentuk dalam satu atau dua tahun. Maka itu, sebuah tim yang memiliki identitas filosofis pastilah dibentuk dengan komposisi dominan pemain asli akademi.
Sementara MC beberapa tahun terakhir mengeluarkan dana tak terbatas. Targetnya memenangkan trophy-trophy besar. Beberapa tahun lalu mereka telah merasakan trophy Liga Primer. Selanjutnya trophy Liga Champions adalah harga mati.
Dari profil singkat kedua tim. Jelaslah MU ingin mempertahankan filosofi tim dan MC ingin meraih juara saja. Posisi pelatih yang dimiliki kedua tim itu sepertinya tertukar.
Pep dikenal sebagai pelatih yang idealis. Ia tidak mempersoalkan jumlah gaji. Ia punya karakter unik. Ia ingin memberikan sebuah identitas kepda suatu tim yang dilatih. Pula ia adalah seorang mamtan pemain yang dibesarkan dalam tim yang punya karakter kuat. Selanjutnya ia juga bersasil sebagai pelatih yang mempertegas identitas tim yang dilatihnya dan menoreh banyak trophy.
Sementara Mou adalah pelatih yang tidak peduli dengan seni sepak bola. Dia hanya memikirkan kemenangan dalam setiap pertandingan yang dijalani. Mou adalah pelatih yang sangat ptagmatis.
Maka itu sepertinya Mou lebih cicok melatih MC.
Sementara Pep lebih cocok melatih MU.
MU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar