Kuharap semua yang kualami selama sepuluh tahun terakhir hanyalah sepenggal mimpi. Sementara aku sedang tidur di lantai dua kantor PII di Banda Aceh. Seperti biasa aku tidur di atas sajadah panjang dengan buku berhamburan mengelilingi kepalaku.Aku berharap lebih dari itu. Semua yang kualami selama duapuluhlima tahun belakangan hanyalah bagian kecil dari lamunan atau hayalan
ku. Sementara aku sedang duduk tidak beraturan di atas panteu bambu sambil menunggui Ibu membersihkan ikan atau mencuci pakaian. Tetapi entah bagaimana kehidupanku berubah menjadi pesta tak pernah usai.
Seperti kelelawar yang menabrak tiang tivi. Mungkin demikianlah kehidupan. Kita telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik, tetapi yang terjadi bukanlah yang kita inginkan. Orang-orang boleh mengatakan ''aku berkehandak dan mutlak dapat memilih'', tapi sayang, kehendak dan pilihan hanyalah aksiden kesadaran. Manusia tidak dapat memahami dengan baik kesadaran itu sendiri.
masih akan berlanjut
BalasHapusditunggu, ya. Sob.
BalasHapusDosen filsafat tulisan-tulisan sangat bermakna sekalipun isinya hanya curhat. Keep writing and blogging.
BalasHapus